BeritaPolitikSulawesi

Paparkan Anggarang Covid-19 Di Sulsel, Saharuddin Alrif : Ada Empat Sektor Yang Menopang Ekonomi Kita Saat Ini yaitu, Pertanian, Perkebunan, Kehutanan dan Perikanan.

compaksulsel – Makassar : Koordinator Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif menjelaskan soal anggaran Rp 500 miliar untuk menangani pandemi Covid-19 di Sulsel.

Hal ini dia sampaikan terbuka dalam diskusi serial #2 Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tema “Menjaga UMKM Lokal: Tulang Punggung Masyarakat di Tengah Covid-19” melalui zoom meeting, Minggu (3/5/2020).

Syaharuddin Alrif menyampaikan posisi pandemi Covid-19 secara nasional dan lokal.

Menurutnya, Provinsi Sulsel saat ini berada diurutan keempat untuk kasus Covid-19 terbanyak secara nasional.

“Sehingga, dalam situasi ini memang butuh penanganan serius karena ini adalah masalah besar,” katanya.

Politisi Partai Nasdem ini mengatakan, plafon anggaran Rp 500 miliar akan turun dalam tiga tahap.

“Tahap pertama yakni penanganan dampak kesehatan. Sehingga, pemerintah sudah membeli obat, alat rafid test. Dan dalam penanganan ini banyak UMKM dilibatkan,” katanya.

Ia juga mengakui sudah melayangkan protes ke eksekutif Pemerintah Provinsi Sulsel terkait penggunaan hotel sebagai tempat karantina.

“Kami meminta memang semua hotel digunakan karena ini adalah keputusan yang tak adil jangan hanya mengunakan beberapa hotel,” katanya.

Ia menyampaikan dalam tahap pertama ini, sebanyak Rp 172 miliar untuk penanganan kesehatan.

“Saat ini, rumah sakit kita sudah siap untuk menangani pasien Covid-19,” katanya.

Sementara itu, DPRD Pemerintah Provinsi Sulsel juga sudah menerima usulan anggaran sebesar Rp 24 miliar untuk jaring sosial.

“Semua dana desa, lurah, dana langsung ke provinsi dan digunakan untuk jaring sosial ini,” katanya.

Khusus untuk dampak ekonomi, legislatif dan eksekutif Pemerintah Provinsi Sulsel sudah sepakat untuk menyiapkan anggaran sekitar Rp 180 miliar.

“Ini disiapkan untuk teman-teman pengusaha termasuk sektor UMKM,” katanya.

Mantan aktivis Pemuda Muhammadiyah ini juga bersyukur UMKM bisa bertahan di Sulsel karena saat ini musim panen.

“Musim panen yang lalu bisa bertahan 1,5 tahun ke depan. Bahkan, mampu mensuplai beras di Sulsel,” katanya.

Menurutnya, dampak Covid-19 di Sulsel tak terlalu karena daerah pangan.

“Ada empat sektor yang menopang ekonomi kita yakni pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan. Ini yang menjadi bahan pokok untuk bertahan di tengah wabah ini,” katanya.(riz)

Editor : Muh.Rizki

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close