BeritaLawan Covid-19Makassar

Viral..!! Kasatpol PP Makassar Mengamuk Saat Melakukan Sidak, SAdAP : Seorang Pemimpin Harusnya Bisa Kontrol Emosi

Kasatpol PP : Toko Agung sudah kesekian kalinya kita himbau untuk taat aturan PSBB.

compaksulawesi – Makassar :

Baru-baru ini beredar video Satpol PP Kota Makassar melakukan sidak di salah satu toko yang dianggap membandel dan tidak mengikuti aturan PSBB.

Dalam video tersebut terlihat Kepala Satpol PP, Iman Hud memimpin langsung sidak, yang dimana dalam video yang berdurasi singkat tersebut dia sedang memarahi salah satu pemilik toko dengan nada mengancam bahkan sempat terjadi insiden Kasatpol PP Mengejar Sang Pemilik Toko yang diamankan ke dalam rukonya.

Video Amatir Saat Kasatpol PP Makassar, Melakukan Sidak Di Toko Agung, Jl. Dr. Sam. Datulangi, Senin (04/05/2020).

Melihat kejadian tersebut yang viral di sosial media, Tokoh Masyarakat Makassar, Syarifuddin Daeng Punna kembali angkat bicara, bahwa hal ini sangat mencoreng marwah pemerintahan apalagi beliau itu ASN yang digaji negara yang bersumber dari uang rakyat.

Ia mengaku miris dengan adanya kejadian seperti yang beredar melalui rekaman video amatir di sejumlah media sosial termasuk group-group Whatsapp, seolah-olah tidak ada cara lain yang ditempuh selain marah dan mengajak berantem.

“Dalam video tersebut terlihat Kasatpol PP kota Makassar mengatakan tidak ada yang saya takuti di sini, pernyataan seperti ini saya rasa tidak etis dikeluarkan oleh seorang pemimpin,” jelas SAdAP, Senin 4 Mei 2020.

Syarifuddin Daeng Punna

“Saya sekedar memberi saran kepada mereka bahwa Makassar itu daerah yang rawan terjadi gesekan, kultur masyarakat Makassar berbeda dengan kultur daerah lain, kalau di Makassar orang mengedepankan siri’ sehingga bila salah menempatkan siri’ maka tentu akan dapat menyebabkan terjadinya gesekan dan berujung konflik sebab siri’ itu sudah menyangkut harga diri seseorang yang tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tambah Bakal Calon Wali Kota Makassar ini.

Bahkan dalam video yang beredar tersebut, Kasatpol PP kota makassar sempat menyebut nama Presiden Jokowi, yang tentu tidak sepatutnya diucapkan oleh seorang ASN, sebab secara administrasi ada kepala daerah sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat.

“Saya sarankan agar jangan bawa-bawa nama kepala negara meskipun aturan yang diterapkan secara nasional, tidak boleh seenaknya kita menjudge, cukup anda sampaikan bahwa langkah yang diambil ini adalah dalam rangka penegakan aturan daerah terkait PSBB,” jelas SAdAP.

Namun disisi lain SAdAP mengapresiasi penegakan aturan PSBB di kota Makassar. Semua elemen ikut terlibat termasuk satpol PP.

SAdAP menyarankan bahwa, jangan mencak-mencak emosi apalagi sampai mengancam, hal itu tidak etis skarena bertentangan dengan nilai budaya Bugis-Makassar.

Justru akan menilai bahwa Kasatpol PP Kota Makassar bertipikal tempramen tidak cocok dengan karakter pemimpin demikian.

“kalau memang mau terapkan aturan secara ketat dan konsekuen maka lakukan saja eksekusi toko yang membandel dengan cara memboikot, beri rantai pengaman atau police line di lokasi toko yang tidak taat aturan PSBB tersebut,” tutup SAdAP.

Dikonfirmasi terkait video yang beredar tersebut Kasatpol PP Makassar, Iman Hud menjelaskan bahwa kejadian yang ada di dalam video tersebut sebenarnya terpotong.

Kasatpol PP Makassar, Iman Hud

“Kami menjelaskan kepada yang bersangkutan kenapa masih buka , ini sudah kesekian kalinya kami menghimbau agar pemilik toko taat pada aturan PSBB, disuruh tutup malah bikin alasan yang tidak sesuai dengan yang kami temukan dilokasi,” jelas Iman Hud.

Diketahui pada Senin,(4/5/2020) pagi tadi Satuan Polisi Pamong Praja dan Denpom VII/Hasanuddin kembali turun melakukan penertiban. Dari Posko Damkar Ratulangi dimulai rute penertiban melintas losari, penghibur nusantara, sulawesi melintas Ahmad yani kembali menuju bulusaraung masuk Veteran hingga kembali jalan Ratulangi.

Dalam perjalanan masih banyak toko klontong atau ga’de-ga’de, ditertibkan karena melewati waktu jam operasional.

Toko bangunan dan toko pakaian pun serta warung siap saji pun tak luput dari penertiban pelanggaran PSBB.

Saat disidak itu, beberapa tetap buka dan pengusaha ini pun diberikan teguran dan akan disiapkan BAP untuk disidangkan dengan pasal melawan dan tetap buka di masa PSBB.

Karena ulah yang cukup ekstrim ini, membuka toko seakan-akan menentang perwali No 22 tahun 2020. Kursi dan meja dalam toko pun ditertibkan oleh Kasatpol PP kota Makassar.

“Ini sudah hari ke-10 tinggal 4 hari lagi, pengusaha sudah tutup, ada segelintir orang atau pengusaha yang itu aja. Saya sebut saja toko Agung. Tidak ada take away untuk non sembako. Didalam banyak yang masih berbelanja di dalam, saya akan laporkan dan rapatkan bahwa agung tidak patuh akan PSBB.” ujar Iman Hud.

“Banyak pengusaha bermain kucing-kucingan, dan semua akan saya laporkan. Semua yang saya lakukan ini hanyalah untuk kepentingan rakyat, terserah orang mau bilang saya orang gila, dalam hati kecil saya minta maaf ini bukan untuk kepentingan saya tapi untuk kepentingan warga kota Makassar,” tegas Imam Hud.(rls/compak)

Editor : Muh.Rizki

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close