Lawan Covid-19NewsPemkot Makassar

Pj Wali Kota: PSBB Makassar Diperpanjang, “SK Sudah Kami Teken”

compaksulawesi – Makassar : Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan Tim Gugus Covid-19 Kota Makassar memutuskan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan dilanjutkan.

Menurut Iqbal, secara umum pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan semua pihak, khususnya forkopimda terkait perpanjangan PSBB di Makasar. Hasil koordinasinya, semua sepakat untuk melanjutkan.

“SK sudah kami teken. Rencana segera diajukan ke provinsi (Gubernur Sulsel) untuk diusul ke Kemenkes RI di Jakarta,” ujar Iqbal, Selasa (5/5/2020).

Masa berlaku PSBB tahap awal di Makassar akan berakhir Kamis 7 Mei mendatang.

Surat perpanjangan PSBB untuk Makassar akan diserahkan Rabu, 5 Mei besok.

Menurut Iqbal, perpanjangan PSBB ini perlu dilakukan. Hal itu bertujuan untuk meyakinkan masyarakat agar mereka harus selalu waspada akan wabah mematikan ini.

Meski pun kata dia, corona sudah dinyatakan sudah berangsur hilang, masyarakat perlu melakukan antisipasi dengan tetap lakukan physical disatancing.

“Masalahnya sekarang kalau tiba-tiba PSBB kita hentikan, kita tidak perpanjang, kira-kira masyarakat merasa bahwa ini sudah terbebas dari virus Corona? Semua aturan physical distancing sudah bisa diabaikan? Kita masih memerlukan untuk menjaga physical distancing tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, indikator untuk diperpanjang atau tidak adalah indikator apakah sudah nol pertumbuhan virus Corona di Kota Makassar atau tidak.

Ia menjelaskan, dari data Pemkot Makassar, sebelum dan setelah PSBB terjadi penurunan tentang kasus Corona di Makassar.

“Jadi sebelum PSBB, angka positif itu pertumbuhannya 71,29 persen dan setelah PSBB atau sementara PSBB hari pertama sampai dengan kemarin itu pertumbuhan untuk positifnya itu hanya 28,7 persen. Nah demikian pula angka kesembuhan, angka kesembuhan pada waktu sebelum PSBB itu 16,4 persen. Kesembuhan di masa PSBB itu 86,6 persen, tinggi sekali. Angka meninggal sebelum PSBB 24 orang atau 8,5 persen, angka kematian atau meninggal pada masa PSBB itu sisa 6 persen, ujarnya.

Artinya lanjut Iqbal, penerapan PSBB ini dianggap sangat efektif untuk menurunkan dan memperbaiki angka-angka dari virus Corona ini.

“Tetapi masalahnya belum nol, karena angka-angka belum nol, jadi sebagian besar kita akan mempertimbangkan lagi, kami akan mendiskusikan lagi dengan tim Covid-19 Provinsi,” katanya.

Editor : Muh.Rizki

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close