Pemkot Makassar

Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 : Klaim 60 Ribu Paket Sembako Penanganan Covid-19 Melebihi Kuota Penerima

Compaksulawesi – Makassar : Jumlah bantuan bahan pokok bagi masyarakat terdampak Covid-19 Makassar di kota Makassar diklaim melebihi kuota dari total penerima.

Melalui dana APBD, Pemkot Makassar melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 menyiapkan sekitar 60 ribu paket.

Hanya saja menurut juru bicara TGTPP Covid-19 Makassar, Ismail Hajiali, jumlah paket tersebut lebih besar dari data penerima yang ada.

Tekan Di sini untuk Instagram LensA Community, Ada hadiah uang tunai Rp. 2.500.000

“60 ribu itu perencanaan awal yang kita estimasi lewat APBD ternyata setelah dilakukan validasi, verifikasi data banyak yang data ganda sehingga 60 ribu ini informasi terkahir dari Pak Kadis Sosial Makassar bahwa dari situ saja kita punya kelebihan 8000 sampai 9000,” ucapnya saat video conference, Jumat (8/5/2020) malam.

Adanya data ganda penerima menurut Ismail dikarenakan sejumlah warga penerima bantuan paket bahan pokok ini juga terdaftar di sejumlah program.

Seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan berbagai program bantuan penerima lainnya.

Yang mana menurutnya mereka yang terdaftar pada program tersebut termasuk warga miskin yang menerima bantuan bulanan tidak berhak menerima bantuan paket sembako yang penganggarannya dari APBD.

“Masyarakat kota Makassar yang terdampak ini itu sudah ada menjadi penerima seperti PKH, BSP yang dulunya BLT ada juga token listrik dan keringanan pajak, yang jelas itu yang perbulan ada penerima beras miskin, program keluarga harapan ada kalau nda salah lima kelompok masyarakat yang terima perbulan,” paparnya.

Meski menyebut ada kelebihan jumlah paket dibanding jumlah penerima, namun penyalurannya hingga saat ini belum mencapai 100 persen.

Padahal di kota Makassar sendiri penanganan Covid-19 melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah memasuki tahap kedua.

Tahap pertama berlangsung 24 April hingga 7 Mei lalu, kemudian kembali diperpanjang selama dua pekan.

Hingga saat ini Ismail menyebut paket bahan pokok yang disalurkan berkisar 23 ribu paket.

Adapun paket bahan pokok yang dibagikan yakni senilai 30 Kg beras, dengan rincian 20 Kg beras ditambah paket minyak goreng dan kebutuhan lainnya.(riz)

Editor : Muh.Rizki

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close