Politik

DPRD Sulsel: Anggaran Pilkada Sudah Digeser untuk Penanganan Covid-19, Berikut Rinciannya

Compaksulawesi – Makassar :

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) Darmawangsyah Muin dan Ni’matullah Erbe menyakini anggaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 digeser ke penanganan pendemi coronavirus disease 2019.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulsel tersebut menyatakan bahwa penanganan pandemi virus corona paling lambat berakhir Juni 2020, sehingga sangat memungkinkan untuk direlokasi ke penanganan Covid-19.

“Dan kenyataan sekarang ini sudah banyak pemda yang mengalokasikan anggaran Pilkada serentak 2020 ke anggaran penanganan Covid-19,” tegas Wawan sapaannya, Minggu (10/5/2020).

Hal senada dikatakan Ulla sapaan Ni’matullah Erbe. Ia khawatir anggaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 12 kabupaten/kota sudah tidak tersedia dalam APBD di 12 daerah pasca-ditundanya Pilkada serentak 23 September 2020 gegara pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

“Kenapa saya bilang agak khawatir? Karena dalam situasi pandemi ini, ada SKB (surat keputusan bersama) dua menteri, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri yang memerintahkan seluruh pemda dan pemprov lakukan pemotongan anggaran di sejumlah pos belanja sebesar 50 persen untuk refocusing anggaran dalam penanganan pandemi Covid19 ini,” kata Ulla .

Selain itu kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sulawesi Selatan tersebut, pemerintah pusat juga telah memberikan isyarat akan memotong dana transfer dari pusat ke daerah, yaitu dana bagi hasil, DAK fisik, dan non fisik. Kecuali Disdik dan Diskes.

“Sehingga hampir semua daerah APBD-nya mengalami tekanan berat, apalagi dana Pilkada itu berada pada pos belanja hibah. Saya kira itulah pos belanja yang paling mudah untuk dipotong oleh pemda, kecuali pemerintah pusat sudah memberi instruksi khusus untuk tidak diganggu,” ungkap Ulla.

Lalu berapa anggaran Pilkada serentak di 12 daerah untuk penanganan pandemi itu? Berikut nominalnya.

Anggaran Pilkada 2020 untuk 12 KPU

1. Maros Rp 31.173.820.700
2. Bulukumba Rp 27.583.000.000
3. Luwu Utara Rp 30.300.000.000
4. Selayar Rp 22 M
5. Soppeng Rp 25.290.000.000
6. Barru Rp 20.777.872.000
7. Pangkep Rp 25 M
8. Tana Toraja Rp 29.999.962.000
9. Luwu Timur Rp 30.600.000.000
10. Toraja Utara Rp 30.850.300.000
11. Makassar Rp 78 M
12. Gowa Rp 60.006.006.031.

Anggaran Pilkada 2020 untuk 12 Bawaslu
1. Luwu Utara
*Usul: Rp 15 M
*Disetujui: Rp 13.286.567.00
2. Luwu Timur
*Usul: Rp 13.940.064.537
*Disetujui: Rp 10.068.918.650
3. Tana Toraja
*Usul: Rp 13.553.196.551
*Disetujui: Rp 10 M
4. Toraja Utara
*Usul: Rp 14.667.000.000
*Disetujui Rp 10 M
5. Soppeng
*Usul: Rp 9.438.788.000
*Disetujui: Rp 8 M
6. Barru
*Usul: Rp 8,4 M
*Disetujui Rp 7.130.430.350
7. Pangkep
*Usul Rp 14.845.443.426
*Disetujui: Rp 8,6 M
8. Maros
*Usul Rp: 15 M
*Disetujui: Rp 11.426.000.000
9. Makassar
*Usul: Rp 21.066.500.000
*Disetujui: Rp 19.300.000.000
10. Gowa
*Usul: Rp 17.002.832.000
*Disetujui Rp 12.018.430.000
11. Bulukumba
*Usul: Rp 9.406.532.000
*Disetujui: Rp 7.123.157.000
12. Selayar
*Usul: Rp 7,9 M
*Disetujui Rp 7,3 M.

Editor : Muh.Rizki

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close