Berita

Gubernur Sulsel Resmikan Infection Center Dua Rumah Sakit di Makassar

Compaksulawesi – Makassar — Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah meresmikan fasilitas Infection Center (IC) pada dua rumah sakit di Kota Makassar, Senin (11/5). Masing-masing di RSUD Sayang Rakyat dan RSUK Dadi.

Infection Center merupakan sarana khusus untuk penanganan pasien COVID-19. Di RSUD Sayang Rakyat fasilitas dilengkapi 106 tempat tidur, sedangkan di RSUK Dadi 105 tempat tidur.

Gubernur Nurdin meresmikan fasilitas tersebut didampingi sejumlah pejabat, yakni Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Kepala Polda, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel. Dalam rilis persnya, Nurdin berharap fasilitas ini tidak sampai digunakan oleh pasien COVID-19 karena menurutnya terjadi tren kesembuhan di Sulsel belakangan ini.

“Harapan kita adalah bagaimana pasien-pasien COVID-19 terus terjadi penurunan. Tapi ini kan bukan jangka pendek ke depan. Kita tidak tahu virus apalagi yang akan datang sehingga tentu kita harus mempersiapkan diri,” kata Nurdin dalam rilisnya.

1. Fasilitas Infection Center diklaim memiliki fasilitas bintang lima

Menurut Nurdin, dengan peresmian ruangan ini maka Sulsel punya tempat pusat rujukan penyakit infeksi, termasuk COVID-19. Dia menjamin kualitas dan kenyamanannya karena dilengkapi fasilitas setara hotel bintang lima.

“Masyarakat Sulawesi Selatan nggak usah khawatir, kita mendapatkan satu ruang isolasi yang sangat representatif dan ini juga kita lihat dilengkapi dengan WiFi, dilengkapi dengan TV, jadi nggak ada lagi alasan untuk tidak melakukan isolasi bagi masyarakat yang bermasalah, terutama yang ODP, OTG dan PDP,” kata Gubernur.

2. Pandemik COVID-19 diharapkan selesai akhir Mei

Pada kesempatan itu, Nurdin juga berterima kasih atas kerja sama dan kolaborasi antara semua pihak dalam mengatasi pandemik COVID-19 di Sulsel. Menurut dia, sejauh ini tidak ada hambatan berarti sehingga kasus di Sulsel diharapkan bisa selesai pada akhir Mei.

“Mudah-mudahan pada akhir bulan Mei kita akan menuju kepada hasil yang lebih maksimal lagi. Mudah-mudahan kita bisa pada titik nol, walaupun tidak, tapi menuju ke titik nol,” ucapnya.

3. Fasilitas ditunjang dengan kesiapan tenaga kesehatan

Anggota Bidang Kesehatan pada Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Prof Budu menjelaskan, Sulsel memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di bidang kesehatan. Daerah ini disebut siap menghadapi pandemik COVID-19.

Prof.Budu menyebutkan, khusus di Infection Center, terdapat 10 dokter ahli paru, 15 dokter anastesi,10 dokter ahli gizi, 10 dokter labolatorium. Selain itu ada 13 dokter analisis laboratorium dan 2 dokter penyakit dalam beserta 6 tim manajemen bencana. Sedangkan untuk kebutuhan ventilator, RSUD Sayang Rakyat memiliki 10 ventilator dan RSUK Dadi Sulsel memiliki 12 ventilator.

“Kita sangat siap sekarang, apalagi dengan SDM kita sudah siap,” kata Prof Budu.(Rizki|Darma)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close