PD ParkirPemkot Makassar

Parkir Pegawai Balaikota Bakal Dialihkan ke Karebosi Link dan RRI

compaksulawesi – Makassar: Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Sulsel akan melakukan kajian atas sistem manajemen perparkiran di ruas jalan Kota Makassar.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel, Aruddini mengaku, salah satu titik lokasi yang disoroti, yakni Jalan Riburane Makassar. Lokasi yang disebut seringkali dijadikan tempat parkir bagi para pegawai pegawai Pemkot Makassar dengan menggunakan bahu jalan.

Makanya dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan kajian di titik jalur itu. Ada beberapa hal yang dikatakan perlu dibenahi, termasuk penyediaan rambu lalu lintas.

“Dalam satu minggu ini kami segera turun lakukan persiapan, seperti di Jalan Riburane. Itu tidak boleh lagi pegawai kota yang melakukan parkir di bahu jalan,” sebut Aruddini

Rencananya, kendaraan pegawai yang seringkali parkir di bahu jalan jalur itu akan dialihkan ke tempat lain. Untuk sementara, diancang-ancang akan disiapkan tempat dengan memanfaatkan lahan parkir di kantor RRI dan Karebosi Link.

“Sehingga kami harus mempersipakan koordinasi dengan pihak RRI dan Karebosi Link. Kalau pegawai pakai mobil atau motor alihkan di situ. Jangan lagi di jalan,” sambung dia.

Dia berharap, kajian atas manajemen perparkiran ini bisa tuntas dalam seminggu. Untuk kemudian hasilnya akan direkomendasikan ke Dishub Kota Makassar, termasuk Pj Wali Kota Makassar.

“Jadi kami dulu provinsi yang persiapkan kajiannya, terus kita dorong ke dinas perhubungan kota untuk dieksekusi. Jadi beberapa titik yang kita lihat akan kita ukur sehingga akan menjai masukan dan target tiga bulan kedepan untuk menjadi PR bagi walikota yang baru,” paparnya.

Aruddini memgaku, selain Jalan Riburane ada beberapa titik lokasi yang menjadi skala prioritas. Diantaranya Jalan Penghibur di kawasan Losari, hingga Jalan Nusantara. Hanya saja di tengah kondisi pandemi Covid-19, survei belum bisa dilakulan secara maksimal.

“Kalau sekarang survei angka-angka mau dihitung tidak efektif. Sehingga paling mudah kita ambil di titik di Jalur Riburane karena disitu digunakan tempat parkir bagi pegawai kota. Sehingga tidak hutuh banyak hitungan karena rutinitas disitu dipakai parkir,” jelas Aruddini.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah turut menekankan kembali agar memperbaiki tata perparkiran utamanya kantor Balaikota yang disebut masih semrawut. Hal ini dia tekankan usai melantik Pj Wali Kota Makassar yang baru, Yusran Jusuf di Balaikota Makassar, beberapa waktu lalu.

“Kita sudah minta Pj wali kota, saya minta itu pekerjaan awal. Tertibkan seputar kantor wali kota. Kalau tidaj ada parkir, ya resiko, pak. Kita jangan pakai mobil, tapi pakai angkot, motor, ojek, ataukah parkir di karebosi sambil jalan kaki ke balaikota,” sebut Nurdin.(Riz)

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close