Berita

Anggota DPRD Sulsel PDI Perjuangan Gelar Sosialisasi Perda No. 3 Tahun 2014, Ini Yang Dibahas.

Compaksulsel.com – Makassar : Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Risfayanti Muin kembali melakukan sosialisasi terkait peraturan daerah (perda) Provinsi Sulawesi Selatan No 3 tahun 2014 di Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, Jumat (28/08/2020).

Legislator PDI perjuangan ini turun di daerah pemilihannya (Dapil Sulsel 2) melakukan sosialisasi guna memberikan pemahaman dan penjelasan kepada masyarakat tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Risfayanti Muin, SS, Menggelar Sosialisasi Perda No. 3 Tahun 2014 Dengan Penerapan Standar Protokol Covid-19, Jumat (28/08/2020).

Dihadapan peserta yang hadir Risfa memberikan penjelasan dan pemahaman kepada masyarakat tentang fungsi dan tugasnya sebagai anggota DPRD Provinisi dan juga menjelaskan tentang materi yang terkandung didalam perda No 3 tahun 2014 tersebut.

Selain itu, Risfa juga menyampaikan sekaligus mengimbau kepada peserta sosialisasi peraturan daerah (sosperda) Provinsi Sulsel, khususnya masyarakat di kelurahan Tello Baru.

Ia meminta untuk tetap menjalankan protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19,sambil membagikan sejumlah masker kepada peserta sosialisasi yang tidak menggunakan masker di kelurahan Tello Baru.

“Hal itu perlu dilakukan mengingat kasus pandemi Covid 19 yang belum berakhir. Saya berharap masyarakat Tello Baru khususnya warga RW 11 ini tetap sehat dan dijauhkan dari Covid 19,” harapnya.

Dalam sosialisasi Perda tersebut, Legislator PDI perjuangan ini menghadirkan Muh.Nur Salam,SH.,M. Si, Kabid Pengawasan dan Peningkatan Kapasitas DPLH Pemerintah Provinsi Sulsel.

Dalam penjelasannya Nur Salam menyebut, mengenai Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) yang merupakan perencanaan tertulis yang memuat potensi, masalah lingkungan hidup, serta upaya perlindungan dan pengelolaannya dalam kurun waktu tertentu.

“Perda ini juga mengatur mulai dari perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, hingga penegakan hukum.selain hal itu,perda ini  juga mengatur terkait hak masyarakat untuk menyampaikan informasi,” jelas Nur Salam.

Sementara itu, perwakilan masyarakat Prof.Dr.Ir.H.M.Kasnir,M.Si menyampaikan keluhannya terkait  bagaimana cara menanggulangi agar air limbah tidak mencemari air di sungai tallo,karena berdasarkan hasil penelitiannya Kadar Air di Sungai Tello mengandung Ph yang sangat tinggi.

Selain ini salah satu tokoh masyarakat Tello Baru bapak Nasir mempertanyakan tentang bagaimana solusi terhadap masalah pembagian sembaki yang tidak merata.

Pertanyaan pak nasir ini langsung di sambut dengan jawaban oleh legislator risfayanti muin.

“terkait pembagian sembako yang tidak merata, ini perlu kita lakukan pengawalan data pak, dari RT/RW sampai tingkat Kelurahan, kalau pun ada hang belum terdata coba mi kita laporkan ke saya dalam bentuk surat lengkap dengan data kartu keluarga ta, saya akan coba bantu kawal ke pemerintah setempat”Tutup Risfa.(*)

Editor : Muh.Rizki

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close