Politik

Risfayanti Sosialisasikan Perda Koperasi Dan UMKM Di Kelurahan Buntusua

Compaksulsel.com – Makassar : Penyebar Luasan Perda No. 7 Tahun 2019 tentang pemberdayaan koperasi dan usaha kecil menengah di laksanakan oleh legislator PDI Perjuangan Risfayanti Muon,S.S di Kelurahan Buntusu,Kecamatan Tamalanrea, Jl. Bangkala Raya, Sabtu (05/09/2020) siang tadi.

Turut hadir di kegiatan penyebarluasan perda ini,Lurah Buntusu H.Mainsani Kacca,S.Sos, Bhabinkamtibmas kelurahan buntusu Bripka.Muh.Iqbal,Ketua RW 3 Ramli Ahmad,Ketua RT 02 Edy dan yang bertindak sebagai tuan rumah bapak Saenuddin.

Dalam sambutannya, wanita yang akrab disapa Risfa ini mengatakan perda ini sangat penting di ketahui oleh masyarakat.

Dikatakanya,perda pemberdayaan koperasi dan usaha kecil merupakan wujud komitmen pemerintah melindungi dan membangun daya saing koperasi dan UMKM.

“Koperasi dan UMKM memiliki peran dan arti penting serta kedudukan yang strategis dalam menopang ketahanan ekonomi masyarakat dan juga sebagai wahana penciptaan lapangan kerja”ujar Risfa,Sabtu (05/09/2020).

Dalam kesempatan yang sama Haji Mainsani Kacca,S.Sos selaku Lurah setempat menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan legislator dari fraksi PDI Perjuangan ini, selain itu lurah buntusu juga menyampaikan kendala yang dialami UKM di daerahnya yaitu terkendala di modal usaha dan pemasaran hasil Ukm nya.

“UKM di sini banyak Bu Dewan, hanya saja terkendala dalam permodalan untuk pengembangan usahanya, contohnya seperti usaha jahit baju,laundry. Usaha lainnya seperti usaha produksi kue rumahan, semuanya terkendala dalam modal usaha. harapan kami semoga dengan kehadiran ibu bisa menjembatani masyarakat dengan pemerintah agar kendepan bisa bekerja sama dengan masyarakat dalam bidang usaha terutama dalam bantuan modal usaha dan hal pemasaran hasil ukm.” Ucap Pak lurah.

Sementara itu Ramli Ahmad selaku Ketua RW setempat menyampaikan keinginannya untuk difasilitasi agar warga warga yang memililki ukm di kelurahan buntusu ini bisa mendapatkan bantuan modal usaha dari pemerintah,karena selama ini yang terjadi di wilayahnya para pelaku ukm mengambil modal dari jasa rentenir yang di mana kondisi ini membuat warganya kesulitan untuk mengembangkan usaha ukm miliknya dikarenakan pinjaman modal rentenir itu memasang bunga pinjaman yang cukup tinggi.

“Hampir semua warga di sini mengalami kesulitan dalam mengembangkan usaha bu dewan karena warga mengambil modal usaha melalui rentenir atau koperasi robek robek yang memiliki bunga pembayaran cukup besar” Ungkap Ramli.

Di kesempatan itu Risfa selaku legislator yang hadir langsung menanggapi pertanyaan pak Rw Ramli mengenai bagaimana cara mendapat bantuan modal usaha dan bagaimana pemasaran hasil usahanya.

“Jangan ki pernah mau terjerat dengan jebakan bantuan pinjaman dari rentenir karena itu bukan membantu usaha ta tapi akan menambah ji masalah ta nanti kalau sudah jatuh tempo, apalagi kalau terlambat sedikit pasti berlaku lagi bunga keterlambatannya, jadi untuk Bapak dan Ibu yang punya usaha tapi masih butuh bantuan modal dari pemerintah, yang pertama tentu harus terdata dengan baik dulu lalu memasukkan permohonan bantuan usaha, saat ini pemerintah melalui dinas koperasi telah membuat halaman digital yang bernama pendataan bantuan modal usaha darurat yang bisa kita akses melalui handphone android bapak dan ibu semua, sembari memperlihatkan kepada warga melalui handphone miliknya, di situ bapak ibu sisa mengisi kolom kolom jawaban dari semua pertanyaan yang dibutuhkan oleh dinas koperasi dan umkm kalau Untuk pemasaran hasil usaha masyarakat bapak dan ibu bisa bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai contoh di sana sudah ada hasil usaha kecil yang di bantu untuk bekerjasama dengan kebutuhan usaha perhotelan dan kuliner.” tutup Risfayanti Muin

Terakhir dalam kegiatan penyebarluasan peraturan daerah No.7 Tahun 2019, Rahman yang juga mantan Ketua RT diwilayah RW3 mewakili seluruh warga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada ibu risfa karena telah mengunjungi kelurahan buntusu untuk mendengarkan keluhan keluhan masyarakat RW.3 terkait usaha usaha ukm dan permasalahan yang dialami oleh anggota koperasi di kelurahan buntusu,kecamatan tamalanrea.(roelz)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close