Berita

Omnibus Law, SAdAP : Berikan Kesempatan Pemerintah Pulihkan Stabilitas Sosial dan Ekonomi

Compaksulsel.com – Makassar : Syarifuddin Daeng Punna tokoh masyarakat sulsel di jakarta memandang berbagai permasalahan bangsa yang terjadi akhir-akhir ini sebagai ujian berat yang harus diselesaikan.

Mulai dari perselisihan kebijakan politik yang berimbas pada munculnya pro dan kontra, ditambah lagi jeritan rakyat yang terhimpit kondisi perputaran roda ekonomi yang tidak normal seperti biasanya akibat pandemi covid 19.

RUU Cipta kerja (Omnibus Law) yang selama ini di bahas di DPR RI akhirnya di sahkan dan mendapat beragam tanggapan juga kecaman dari berbagai pihak ujar pria yang akrab disapa SAdAP ini.

Tentu kita semua memiliki pemikiran yang sama, sebab segala sesuatunya sudah melalui pertimbangan yang matang baik dari pemerintah maupun dari pihak legislatif, dan segala keputusan yang diambil menurut saya sudah representatif, namun tidak selamanya keputusan itu dapat memberi rasa keadilan bagi masyarakat tutur SAdAP.

Jika dalam draft pembahasan RUU masih ada hal-hal yang belum sempurna maka pihak atau kelompok yang merasa keberatan sebaiknya mengajukan judicial review, sehingga masalah yang krusial dapat dicarikan jalan tengahnya terang SAdAP.

Jangan justru masyarakat yang dikorbankan, saya berharap masalah bangsa ini tidak melunturkan semangat bernegara apalagi di masa pandemi covid 19 telah banyak mengorbankan waktu, pikiran dan tenaga agar dapat segera keluar dari masa yang sulit sekarang ini.

Saya berharap pemerintah dapat memberikan keamanan bagi rakyatnya, para pedagang kaki lima yang saat ini mengerus keringat untuk sesuap nasi diperlakukan selayaknya manusia, jangan mengkerdilkan mereka sebagaimana kejadian di daerah jawa yang beredar di sosial media dimana aparat merepresif PKL dengan cara membongkar lapak-lapak yang ada, tanpa memberikan solusi, dan bagi pemegang kebijakan di daerah jangan arogan dalam memimpin, sebelum mengeksekusi kebijakan Perda maka di perlukan kajian otentik dan solutif sehingga tidak adalagi miskomunikasi dengan rakyatnya sendiri urai SAdAP.

Dalam ajaran agama khususnya islam, ada penggambaran tentang ketaatan kepada pemimpin, “Atiullah wa ati urrasul wa ulil amri minkum” yang berarti bahwa taat kepada Allah dan Rasul dan juga kepada pemimpinmu, yang secara umum bahwa apa yang nabi sabdakan merupakan jalan bagi keselamatan ummat yang dititipkan kepada pemimpin-pemimpin kita, maka percayakan segalanya kepada pemimpin pilihan kita semua dan berserah dirilah kepada Allah terang SAdAP.

Saat ini Rakyat butuh makan, pejabat, pengusaha dan semua aparatur negara juga sama, kita sama-sama bekerja untuk mencari sesuap nasi maka filosofi hidup yang harus kita terapkan adalah mengayomi dan membijaksanai apalagi dengan kondisi negara yang sedang di ambang resesi ekonomi.

Bagaimana bila rakyat sudah tidak percaya lagi dengan negara, tidak menghormati lagi kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, endingnya adalah kekacauan, dan jika kekacauan terjadi maka ancaman disintegrasi bisa membuat negara ini porak poranda.

Olehnya itu, beri kesempatan pemerintah untuk bekerja menyelesaikan problematika bangsa yang terjadi, dan DPR RI dapat memberikan pengawasan secara ekstra terkait progress dari setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tutup SAdAP.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close