BulukumbaPolitik

Melaui Milea, Program Agamais Paslon Nomor Urut 2 Askar-Pipink Lakukan Pembenahan Masjid

Compaksulawesi.com — Bulukumba —Aksi nyata kembali dilakukan oleh komunitas MILEA ( Millenial Asik ), kali ini beberapa teamnya turun langsung melalukan pembersihan mesjid disalah satu daerah kacamatan Kajang, tepatnya di desa Tanah Towa. Mesjid ini tepat berada disisi kiri parkiran untuk memasuki kawasan adat  Kajang Ammatoa.Selasa (6/10).

Ketua MILEA, mengatakan akan terus aktif secara rutin melakukan pembersihan mesjid dibeberapa titik yang ada di Kabupaten Bulukumba.

“Memang MILEA punya program ASIK Mesjid, Mesjid Kawasan Adat Ammatoa ini adalah mesjid pertama yang kami sentuh untuk pembersihan dan pengecatan” ujar Nuni selaku ketua MILEA.

Langkah ASIK Mesjid ini dilakukan setelah ada persetujuan dari pemerintah setempat. Nuni mengatakan bahwa, Teamnya juga dibantu oleh pemuda sekitar untuk melakukan aksi tersebut.

Terlepas dari maraknya issue Politik diluar sana, Millenial Asik lebih memilih melakukan aski-aksi sosial dengan melibatkan jejaring mereka di Kecamatan dan Desa / Kelurahan.

“Kami punya tim di 10 kecamatan, jadi ketika kami dari tim Kabupaten terjun ke kecamatan, kita akan bersinergi dengan teman-teman Kecamatan & Desa”. Lanjut Nuni, Perempuan berkacamata tersebut.

Menurut Yudhistira, Humas di MILEA ini salah satu kampanye kreatif dari kami untuk mensosialisasikan BULUKUMBA ASIK dibeberapa kecamatan.

“Ya, kami akan melaksanakan aksi sosial atau kampanye kreatif ini akan berkelanjutan sesuai dengan tagline pasangan ASIK yang utaman adalah Agamais, yakni kami bersama Milenial ASIK kabupaten dan kordinator kecamatan hingga kelurahan/desa (Milea),” kata Yudhistira disela-sela kegiatannya.

Diterangkannya, kegiatan sosial ini bertujuan untuk menjaga kebersihan sekitar lingkungan Mesjid. Tentunya, demi memelihara kenyamanan umat muslim sekitar masjid dan kedua adalah pengunjung wisata adat tanah toa yang ingin melakukan ibadah. Sebagaimana kita ketahui bahwa selama ini Masjid Nurul Amin tidak berfungsi lagi sebagai tempat ibadah. Apalagi, kebersihan itu sebagian dari iman.

“Sasarannya menyasar tiap lokasi sekitar area mesjid dengan menggunakan penunjang alat pembersih dan cat. Intinya, tiap titik lokasi yang kotor dibersihkan, ditata serta dirapikan dan semua dimulai dari membersihkan tempat wudhu, mengepel pelataran masjid, batas suci hingga akan mengcat seluruh tembok masjid yang sudah luntur atau kotor,”Pungkasnya.

 

 

Citizen Reporter : Yudhistira

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close