Berita

Dana Hibah Pariwisata Mengendap di Kas Daerah, DISPAR Kena Semprot saat RPD Bersama DPRD Makassar

compaksulsel.con – Makassar: Meningkatnya kasus COVID – 19 dalam sebulan terakhir di Kota Makassar memengaruhi pemulihan ekonomi dari berbagai sektor. Hal ini menjadi perhatian DPRD Makassar.

Komisi B DPRD Kota Makassar Bidang Keuangan dan Perekonomian melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas evaluasi pemulihan ekonomi di tengah pandemi, Kamis (7/1/2021) di ruang rapat badan anggaran DPRD Makassar.

Rapat dipimpin Ketua Komisi B William bersama Wakil Ketua DPRD Makassar Andi Suhada Sappaile, Andi Nurhaldin NH didampingi Wakil Ketua Komisi B DPRD Makassar Andi Hadi Ibrahim Baso dan Asisten II Pemkot Makassar Hj. Sittiara Kinang.

Hadir dalam rapat sejumlah SKPD Kota Makassar diantaranya,Inspektorat, Dinas Perizinan Satu Pintu, Dinas Pariwisata, Asosiasi Tempat Hiburan Malam (THM), Perhimpunan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Kota Makassar, Inspektorat Kota Makassar, dan Bagian Hukum Pemkot Makassar.

Mengawali rapat ini, Ketua Komisi B William menyampaikan, pemulihan ekonomi menjadi perhatian bersama dan juga perlu menemukan solusi dengan adanya pembatasan aktivitas malam hari oleh pemerintah Kota Makassar yang diberlakukan sejak desember lalu hingga sampai saat ini.

“Rapat ini membahas kepedulian kita untuk menemukan solusi pemulihan ekonomi dan menjaga pengusaha-pengusaha di kota Makassar tetap berkembang. Ini juga dalam rangka mengevaluasi sejauh mana kinerja penanganan ekonomi ditengah pandemi,” ungkapnya.

Adapun permasalahan yang disampaikan oleh pihak industri pariwisata baik dari perhotelan dan asosiasi usaha hiburan malam adalah soal dana hibah dari pemerintah kota serta pembatasan jam operasional industri.

Anggota Komisi B DPRD Makassar, Mario David menyampaikan bahwa pemerintah kota harus mencarikan solusi untuk usaha dan industri yang terdampak.

“Tolong pemerintah panggil mereka duduk bersama bagaimana langkah teknisnya mengatasi semua persoalan dari pihak industri kita, ini kan salah satu PAD terbesar juga di Makassar,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Asisten II Pemkot Makassar Sittiara Kinang berujar, semua permasalahan yang disampaikan dalam RDP kali akan segera diteruskan kepada Pj Walikota dan Tim Satgas COVID-19.

“Setelah rapat ini kami akan melakukan koordinasi segera kepada bapak Pj Wali Kota dan Tim Satgas COVID bagaimana menyampaikan solusi soal pembatasan jam operasional ke teman-teman industri,” terangnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button