Berita

4216 Pekerja Hiburan Malam Menganggur, Zulkarnain Ali Naru : Ini Dampak Dari Pemberlakuan Jam Malam

compaksulsel.com – Makassar : Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM), Zulkarnain Ali Naru menilai, kebijakan pembatasan hiburan malam tidak masuk akal.

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tidak memperhitungkan nasib karyawan Tempat Hiburan Malam (THM) yang sudah kehilangan pekerjaan akibat pembatasan tersebut.

“Kita juga tidak dilibatkan dalam pembuatan Perwali dan banyak kerancuan. Lagi-lagi bikin surat edaran tidak logis. Harusnya tetap memperhitungkan kita (AUHM),” ucap Zul, Sabtu (9/1/2021).

Ia mengatakan yang paling terdampak adalah karyawan yang dirumahkan sebanyak 4216 orang. Sementara, kebutuhan semakin meningkat dan tidak ada batuan dari pemerintah.

“Yang perlu dikasihani itu karyawan sudah dirumahkan beberapa bulan, sedangkan kebutuhan semakin mendesak,” sesalnya.

Zul meminta kebijaksanaan Pemerintah Kota Makassar terkait regulasi ini. Lantaran, kata dia pembatasan jam bukan terdampak bagi penjual terang bulan, melainkan tempat hiburan malam. “Kalau siangnya tidak dibatasi padahal malamnya dibatasi. Ini logikanya bagaimana apakah penyebaran kasus Covid hanya di malam hari,” keluhnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memutuskan untuk memperpanjang pembatasan operasional bagi pelaku usaha hingga 11 Januari 2020 mendatang.

Surat edaran diterbitkan hari ini, Minggu (4/1/2021) dengan nomor : 003.02 / 01 /9.Edar/Kesbangpol/I/2021 yang ditandatangani langsung Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin.

Perpanjangan ini berdasarkan Peraturan Walikota makassar Nomor 51 Tahun 2020 Tentang Penerapan disiplin dan Penerapan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID – 19) yang meningkat akhir-akhir ini. (Eki)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button