BeritaKesehatanLawan Covid-19Makassar

Hadir di Terminal Kargo Bandara Sultan Hasanudin, Wakapolda Sulsel pastikan keamanan distribusi vaksin sinovac

Compaksulsel.com – Makassar — Polda Sulsel kembali mengerahkan 410 personelnya untuk menjamin keamanan kelancaran pengawalan 27 koli vaksin yang tiba di Terminal Kargo Bandara Sultan Hasanuddin pada Jumat dini hari, (22/01/2021)

Kendaraan taktis dari berbagai satuan Polda Sulsel juga disiapkan mengawal kendaraan pengangkut, selain pengamanan titik dan jalur rombongan.

Hal ini guna memastikan keamanan kendaraan pengangkut berpendingin khusus. Vaksin sinovac sendiri cukup sensitif terhadap perubahan suhu, dimana suhu idealnya berada pada kisaran 2-8°c.

Dalam penjemputan vaksin tersebut Wakapolda Sulsel Brigjen. Pol. Drs. Halim Pagarra, M.H didampingi oleh Karo Ops, Dir Krimum, Dir Lantas, Dir Samapta , Dir Pam Obvit, Dansat Brimob dan Kapolres Maros, turut hadir juga Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dan Dandim Maros.

Wakapolda Sulsel dalam kesempatan tersebut kembali menegaskan keberadaannya mendukung program vaksinasi, dengan memberikan pengawalan guna keamanan dan kelancaran distribusi.

“Kami akan kawal baik menuju Dinas Kesehatan, maupun nantinya saat didistribusikan ke seluruh 24 Kabupaten/Kota se-Sulsel. Kami bekerjasama dengan TNI, Dinas Kesehatan dan semua pihak terkait”, ucap Wakapolda .

Adapun jumlah vaksin yang tiba di Makassar sebanyak 27 Coly Vaksin dengan berat 945 kg.

Masih di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dr H M Ichsan M mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia dalam peperangannya melawan Covid-19 menyiapkan agenda besar vaksinasi guna mengendalikan wabah Corona. Diharapkan target dan pencapaian yang dicanangkan dapat segera memulihkan kondisi kesehatan dan ekonomi nasional.

“Maka dari itu dibutuhkan kerjasama dan dukungan seluruh element masyarakat dan tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19,” ucapnya.

Ditilik dari kacamata Agama, MUI sebagai lembaga sertifikasi halal di Indonesia sejauh ini belum menemukan kandungan babi dalam proses pengolahan vaksin. MUI sendiri masih memproses sertifikasi halal vaksin sinovac.

Vaksin sinovac diketahui menggunakan sel vero sebagai media kembang biak virus, namun dalam prosesnya tripsin dan sel darahnya akan dibersihkan dan dinetralkan untuk menghasilkan vaksin.

Dari segi kesehatan BPOM saat ini tengah menunggu uji klinis tahap 3, jika tidak ada kendala dapat diselesaikan dalam hitungan hari dan disuntikkan kepada masyarakat.

Pihaknya pun akan memastikan dengan ketat keamanan dan mutu serta khasiat vaksin sebelum diedarkan ke masyarakat. Pengujian dilakukan berbasis ilmiah merujuk WHO dan juga kebijakan obat negara lain.

Laporan : Andhis.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button