Berita

Dualisme Partai Demokrat, SAdAP : Sebagai Politisi Hebat Pak SBY Dan Moeldoko Harusnya Duduk Bersama

Compaksulsel.com – Jakarta : Kisruh dualisme Partai Demokrat menjadi polemik yang akhir-akhir ini menyita perhatian publik ,kekisruhan yang terjadi di tubuh partai Demokrat, hingga akhirnya mengerucut pada perseteruan terbuka antara kubu pro dan kontra Kongres luar biasa (KLB)

Kubu Pro (Pendukung) KLB di inisiasi oleh Jhonny Allen dan beberapa kader, sementara di kubu kontra merupakan barisan ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono yang juga putra dari mantan presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono.

Salah satunya datang dari politisi bernama Syarifuddin Dg.Punna atau dikenal dengan tagline SAdAP, politisi asal sulawesi selatan yang juga pernah menjadi bakal calon walikota makassar di periode pemilu tahun 2020 ini menilai Polemik ini sangat menyita perhatian publik sebab goncangan politik yang terjadi di tubuh demokrat menyeret dua nama Tokoh besar yakni pak SBY dan pak Moeldoko.

Melihat perkembangan kisruh partai demokrat, Syarifuddin Daeng Punna ikut menyampaikan pandangan politiknya, karena selain menghentak publik, juga menyajikan tontonan yang kurang etis seperti kejadian bentrokan antara kubu pro dan kontra yang baru-baru saja terjadi di arena KLB demokrat yang dilaksanakan di The Hill Hotel Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, 5-7 Maret 2021.

“Sebenarnya sangat disayangkan hal ini bisa terjadi, kenapa mesti saling serang secara fisik sungguh sangat disesalkan,” ujar SAdAP,di warkop phoenam wahid hasyim,Jakarta, Jumat (5/3/2021).

ia juaga mengatakan Saya bukan kader demokrat akan tetapi saya memahami mekanisme dalam berpartai, ada rujukan aturan AD/ART,berbicara Partai politik, ia pernah ikut terlibat dalam mendirikan dan merintis partai politik, di tahun 2003.

“ada beberapa partai yang saya rintis di Sulsel sebagai korwil indonesia timur, diantaranya Partai PITA, Partai Demokrat Bersatu (PDB) dan Partai pro republik (PPR) dan di tahun 2008 saya diamanahkan sebagai ketua Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) Sulsel , begitu terjadi kekisruan di DPP Saya memilih mundur dari Pengurus,” urainya.

Lanjutnya, dari pengalaman yang di lalui dalam berpartai maka saya menyarankan agar kisruh partai demokrat dapat diselesaikan secara bermartabat dengan mengacu pada aturan main AD/ART sehingga tidak ada lagi pihak-pihak internal partai yang ingin memanfaatkan konflik demokrat saat ini, maka perlu pak SBY bertemu dengan pak Moeldoko selaku pemegang mandat KLB, duduk bersama dan membicarakan win win solusi dalam menatap masa depan partainya tutup SAdAP.(eq)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button