PD Parkir

PD.Parkir Makassar : Tarif Parkir Ojol Day Paling Tinggi Rp. 50.000.

compaksulsel.com – Makassar : Direktur Utama (Dirut) PD Parkir Makassar Raya, H.Irham Syah Gaffar menjelaskan, tarif parkir maksimal saat Ojol day’s diberlakukan adalah Rp 50 ribu.

Sehingga ia membantah adanya tarif parkir yang bisa mencapai Rp150 ribu saat pemberlakuan Ojol day’s.

Lanjutnya, parkir yang mencapai Rp15 ribu, hanya berlaku di Jl Kartini saja, karena di sana merupakan area larangan parkir.

Sehingga diberlakukan denda maksimal Rp15 ribu.

“Kalau bicara mengenai parkir Rp150 ribu itu, sebenarnya salah, karena alasannya tempat parkir yang tadinya diperuntukkan untuk parkir, itu  sudah dilarang, atau parkir yang kena denda,” ujarnya, Rabu (10/3/2021).

“Perwalinya itu tahun 2018, dan itu untuk bagaimana menaikkan tarif kendaraan yang parkir di situ, untuk masuk di kantong parkir, karena itu lokasi larangan parkir, tepatnya di Jalan Kartini,” jelasnya.

Irham menegaskan, tarif parkir saat ojol day diterapkan paling tinggi Rp 50 ribu.

Itupun sudah 10 kali lipat, dari tarif normal yang hanya berkisar Rp3 ribu hingga Rp5 ribu.

“Kalau yang ada sekarang hanya 3000 – 5000” terangnya.

Lebih lanjut, Irham menambahkan, program Wali Kota Makassar untuk meningkatkan biaya parkir hingga 10 kali lipat saat ojol day disambut baik pihaknya. Sisa koordinasi terkait teknis di lapangan.

“Saat ini kita dari PD parkir, hanya menunggu waktu koordinasi dengan pak wali, terkait program itu,” tutupnya.

Sebelumnya, Walikota Makassar, Danny Pomanto, berencana memberlakukan hari Ojek Online (Ojol) atau Ojol Day.

Jadi rencananya setiap hari Selasa, Danny meminta warga yang ingin bepergian menggunakan Ojol.

“Tapi kita tidak bisa paksa, tapi dihari itu harga parkir naik 10 kali lipat, artinya lebih bagus naik Ojol, daripada dia parkir,” ujar Danny, Sabtu (6/3/2021).

“Tapi kalau dia bawa mobi sendiri kan tidak dipaksa, tidak boleh dipaksa orang. Tapi saya bikin regulasi adalah kasi naik harga parkir 10 kali lipat di hari itu saja. Jadi kalau dia tidak naik Ojol, dia bayar parkir 10 kali lipat,” jelasnya lagi.

Ia menerangkan, pihaknya telah mengkaji hal tersebut.

Apalagi, regulasi mengenai parkir adalah wewenang pemerintah kota.

Tapi sebelum memberlakukan hal tersebut, terlebih dahulu akan dilakukan simulasi selama satu bulan.

“Simulasi satu bulan baru kan saya mau siapkan regulasi, SOP, besok mulai organisasi saya tata,” terangnya.

Diketahu, kebijakan ini merupakan bagian dari program unggulan Danny, dan Wakilnya Fatmawati Rusdi, yaitu Makassar Recover.

Program ini telah dilaunching di kediaman Danny Pomanto, Jl Amirullah, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Jumat (5/3/2021) kemarin.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button