Pemkot Makassar

Dinas Pariwisata Kota Makassar Tunggu Juknis Dana Hibah Pariwisata Kemenparekraf, Ini Kata Ketua PHRI Sulsel.

Compaksulsel.com – Makassar : Dinas Pariwisata Kota Makassar, di Provinsi Sulawesi Selatan masih menunggu Petunjuk Teknis (Juknis) bantuan dana hibah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkaitan dampak ekonomi dimasa pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) bagi pengusaha hotel dan restoran.

“Kita terus berkoordinasi dengan tim Kemenparekraf terkait dengan anggaran baru tahun 2021, diketahui dianggarkan sebesar Rp3,7 triliun untuk seluruh Indonesia. Kita upayakan Makassar juga dapat. Makanya, kita masih menunggu juknisnya,” sebut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Makassar, Mohammad Room, Senin.

Mengenai anggaran hibah pariwisata dari Kemenparektaf tahun 2020 diketahui Makassar mendapat alokasi sebesar Rp48,8 miliar yang diperuntukkan bagi stimulus pelaku industri perhotelan dan restoran terdampak pandemi, ungkap dia, sudah dilebur. Sebab, proses pencairannya terkendala adminstrasi, dan sudah lewat tahun anggaran.

“Untuk dana hibah dari Kemenparekraf tahun 2020, itu sudah dilebur masuk dalam anggaran Dana Alokasi Umum (DAU), jadi sudah tidak ada. Makanya, kita masih menunggu petunjuk anggaran hibah tahun ini, ” beber mantan Kabag Humas Pemkot Makassar itu.

Kendati demikian, pihaknya sangat optimistis dana hibah PEN untuk pariwisata tahun ini akan dialokasikan, dan kemungkinan lebih besar dari tahun sebelumnya. Selain itu, tambah Room, sesuai arahan wali kota, dirinya diinstruksikan terus berkoordinasi dengan kementerian terkait.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga mengatakan, pihak tetap optimis dana hibah pariwisata tahun ini akan diterima. Meskipun kandas tahun lalu karena berbagai alasan serta persoalan persyaratan adminstrasi, pihaknya menyakini bantuan anggaran tersebut diterima.

Ketua PHRI Provinsi Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga.

“Tadi waktu pertemuan, kita bahas itu (dana hibah). Mudah-mudahan anggarannya bisa terealisasi tahun ini pada Agustus nanti,” kata Anggiat usai pertemuan dengan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto di kediaman pribadinya, jalan Amirullah.

Ia menyakini, setelah dinas pariwisata diperintahkan untuk mengawal alokasi anggaran tersebut dari Kemenparektaf bisa berjalan sesuai dengan aturan yang ada, sehingga pengusaha hotel dan restoran dapat terbantu keluar dari keterpurukan ekonomi selama masa pandemi.

“Kami optimis pak Wali Kota Danny Pomanto bisa menyelesaikan masalah ini. Sebab, Kemenparekraf diketahui telah berkoordinasi dengan jabatan Pemkot Makassar,” harapnya.

Sebelumnya, Kota Makassar mendapat alokasi anggaran PEN hibah untuk pariwisata sebesar Rp.48,8 miliar, dengan rincian 70 persen atau Rp34 disalurkan ke pihak hotel maupun restoran. Sisanya, dikelola Pemkot Makassar untuk memulihkan destinasi pariwisata yang juga terdampak.

Hanya saja, dana bantuan itu tidak kunjung dicairkan karena bersoal, kala itu pemerintahan masih dibawah komando Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Jamaluddin sekaligus dimasa itu masih menjabat Kepala Dinas Prasarana Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pemerintah Provinsi Sulsel.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button