Politik

Siapa Calon Wagub Sulsel Pasca OTT Gubernur NA? Pengamat Politik Sebut Bisa Jadi dari PDI Perjuangan

Compaksulsel.com – Makassar : Issu pengisian kursi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan mulai terendus pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Insiden ini membuat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian mengangkat Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sebagai Plt Gubernur Sulsel.

Dalam momentum ini, sejumlah elite partai politik melakukan silaturahmi ke Sudirman di rujabnya, jl Yusuf Dg Awing, Makassar.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bertemu empat ketua partai, pekan lalu, khususnya partai pengusungnya di Pilgub Sulsel 2018.

Dimulai dengan menerima Ketua DPD PDI Perjuangan Sulsel Andi Ridwan Witri dan Sekretarisnya Rudy Pieter Goni di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel Jl Urip Sumoharjo.

Malam harinya, giliran Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Iwan Aras berkunjung ke Rumah Jabatan Wakil Gubernur (Rujab Wagub) Sulsel Jl Yusuf Dg Ngawing Makassar.

Tidak sampai di situ, Ketua DPW PKS Sulsel Amri Arsyid bersama rombongan juga berkunjung ke Rujab Wagub.

Terkait pertemuan ini, sejumlah pihak mengait-ngaitkan adanya sinyal sosok Wagub Sulsel bakal diusung oleh partai pengusung.

Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Makassar, Luhur A Priyanto menyebutkan pengusulan calon Wagub baru akan di lakukan jika Plt Gubernur telah di definitifkan jabatannya. 

“Tapi itu terjadi jika status Gubernur NA (Nurdin) sudah di putuskan berhalangan tetap (incraht), dari proses hukum yang dijalani,” ujarnya, Jumat (19/3/2021). 

Pengamat Politik Unismuh Makassar Andi Luhur Priyanto.

Soal siapa dan kader atau tokoh dari partai apa ?

Baginya, yang potensial mengisi jabatan Wagub, tergantung konsensus di partai koalisi.

“Fatsoen politiknya adalah pemilihan figur Cawagub tetap mempertahankan komposisi kader atau tokoh eksternal yang di rekomendasi partai pendukung Gub dan Wagub (Prof Andalan),” kata dosen Fisipol Unismuh Makassar ini.

Menurutnya yang menjadi perhatian publik yakni status kekaderan Nurdin di PDIP selama ini tidak pernah di deklarasikan secara terbuka.

“Sikap politik NA juga tidak selalu sejalan dengan pilihan PDIP. Seperti di Pilwali Makassar 2020. NA bukan tipikal “petugas partai” yang patuh di PDIP.

Tentu, lanjut Luhur jika Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman di anggap kader atau sebagai figur yang di rekomendasi oleh PDIP di proses kandidasi, maka

terbuka peluang calon Wagub dari partai pengusung lainnya, yakni dari PAN atau PKS.

Terutama PAN yang saat pengusungan paslon itu memiliki 9 kursi DPRD Sulsel.

Tapi merujuk pengalaman DKI Jakarta, ketika kader Gerindra mundur dari jabatan Wagub, maka penggantinya pun tetap dari Gerindra.

Artinya bisa juga Wakil Gubernur dari kader atau figur yang di rekomendasi oleh PDIP.

“Semua kembali ke konsensus koalisi partai pengusung,” paparnya.

Yang pasti, mekanismenya 2 nama yang di ajukan ke paripurna DPRD Sulsel untuk di pilih.

Ketua-ketua partai tentu punya previlege atau keistimewaan pertama sekali, untuk mengakses peluang politik ini.

“Tapi bisa saja mereka memberi kesempatan pada orang lain, yang dipercayainya,” Luhur menambahkan.

Sejumlah figur yang di sebut-sebut peluang jadi Wagub Sulsel, yakni Ashabul Kahfi (PAN), Rudi P Goni (PDI P), dan Amri Arsyid (PKS). (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button