Berita

DPRD Sulsel Setujui Perda Pemberian Insentif Dan Kemudahan Investasi

Compaksulsel.com – Makassar : DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Gelar Rapat Paripurna DPR Selasa 30/03/2021 di jalan Urip sumiharjo Makassar.

Dua pembahasan paripurna kali ini yaitu Ranperda tentang pemberian insentif dan kemudahan investasi dan laporan pembahasan LKPJ Gubernur sulsel oleh Plt Gubernur Sulsel.

Rapat paripurna dibuka dan dipimpin langsung ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, didampingi wakil ketua 1 dan 2 serta semua anggota fraksi masing masing partai ( Golkar,Nasdem,Gerindra,PDIP,PKS,PPP,PKB,PAN).

Ketua pansus pembahas ranperda Pemberian insentif dan kemudahan investasi januar jauri darwis membacakan hasil pansus DPRD yang dimaksud dengan ini menyatakan persetujuannya untuk dilakukan penandatangan bersama pemprov dan DPRD sulsel terkait kesepakatan ranperda tersebut dalam bentuk penetapan perda tentang pemberian insentif dan kemudahan investasi.

Suasana saat pelaksanaan sidang paripurna di gedung DPRD Sulsel, Selasa (30/03/2021).

Sebagaimana diketahui bahwa sebelum penandatangan bersama maka semua fraksi sebanyak 8 Fraksi di DPRD Menyatakan Setuju dan sepakat untuk ditetapkan perda tersebut.

Selanjutnya sambutan dan pembacaan Laporan LKPJ Gubenur akhir tahun Anggaran 2020 Oleh Plt Gubernur sulsel Andi Sudirman Sulaiman(ASS) membahas pencapaian target pembangunan di tahun 2020 dan realisasi anggaran tahun 2020, di akhir sambutannya Andi Sudirman mengapresiasi DPRD Sulsel atas sinegitas yang selama ini dibangun sehingga pemprov dapat maksimal dalam pencapaian target pembangunan dan realisasi anggaran.

“atas dukungan dari segenap anggota dewan yang terhormat, termasuk kesepakatan bersama dalam penetapan Perda yang telah kita setujui bersama antara DPRD dan Pemprov,” Imbunya

Selanjutnya laporan pembahasan LKPJ Gubernur resmi diserahkan dan diterima DPRD, turut hadir pula Sekda Provinsi Sulsel, Pimpinan OPD dan Rombongan, TGUPP dan Tim Pakar DPRD Sulsel.

Andi Ina menambahkan keprihatianannya terhadap situasi yang menghebohkan kota makassar dengan terjadinya Bom bunuh diri di Gereja katedral dan mengutuk keras para pelaku yang di duga dilakukan kelompok teroris yang dinilainya radikalisme dan tidak berperikemanusiaan.” Tegasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button