Berita

Annisa Fajar Dan Bisnisnya Setelah Tak Lagi Jadi Pramugari

Compaksulsel.com – Makassar : 

MANTAN pramugari, Anisa Fajar, harus mencari sumber penghasilan baru setelah tidak lagi menjadi kru kabin. Kini ia lebih memilih jualan keripik singkong, juga membesarkan bisnis kecil-kecilan lainnya.

Anisa mengatakan kepada http://compaksulsel.com, semenjak tidak lagi menjadi pramugari, ia mulai fokus melakukan hobinya dalam bermusik. Sejauh ini, satu lagu telah dirampungkan oleh mantan pramugari cantik itu. Anisa juga mulai membangun bisnis online pada platform media sosial.

“Aktivitas aku sekarang adalah aku fokus di bidang digital marketing online seperti punya beberapa online shop di kecantikan dan makanan. Lalu aku juga sibuk bikin lagu ya dan cover-cover juga di YouTube,” jelas Anisa

Tak main-main, Anisa punya 3 bisnis online sekaligus. Dua di antaranya bergerak di bidang kuliner. Anisa menjajakan keripik singkong Nyonya Beling khas Cianjur yang disebut Keripik Beling.

Anisa juga membangun bisnis kuliner bernama Rasa Sunda. Berbeda dengan Nyonya Beling, Rasa Sunda lebih fokus kepada masakan Sunda seperti lalapan, ayam goreng khas Sunda dan sebagainya.

“Kalau untuk keripik itu (Nyonya Beling) khas Sunda karena itu keripik beling Cianjur yang terbuat dari singkong. Kalau Rasa Sunda itu makanan khas Sunda yang dibarengi dengan lalapan, ayam goreng khas Sunda, itu aja sih,” ujarnya.

Karena virus corona yang belum juga usai, Anisa mengaku pemasukannya dari dua bisnis kulinernya itu agak menurun. Oleh karenanya, Anisa memulai bisnis ketiganya yang fokus di bidang kecantikan.

Masih memanfaatkan media sosial, Anisa membuka toko online bernama Cacashopeetok.id untuk menjual parfum branded di botol kecil berukuran 20 mililiter.

“Kalau untuk makanan kayaknya agak sedikit drop ya (pemasukannya). Makanya buka bisnis baru lagi itu yang kecantikan, yang di Jakarta. Jual parfum branded gitu, tapi di ukuran yang 20 ml, kecil,” kata Anisa.

Perempuan kelahiran 1998 itu memutuskan untuk menetap di Jakarta bersama saudaranya. Bisnis yang masih berupa produksi rumahan itu diurus oleh Anisa dan sang saudara. Mulai dari membalas chat calon konsumen hingga pengiriman barang.

“Aku sekarang udah pindah ke Jakarta sama saudaraku. Bantu-bantu aku jualan online shop juga. Gak bisa kalau sendiri. Packing, terus ke JNE-nya, jadi admin balesin chat-chat gitu kan belum otomatis chatnya. Masih manual,” ungkapnya.

Meski harus banting setir menjadi pebisnis, Anisa mengaku senang melakukan semua kegiatannya saat ini. Semangat ya Kak Anisa!

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button