Berita

IAS : Banyak Kader Yang Tidak Happy Dengan Kepemimpinan Demokrat Di Sulsel

Compaksulsel.com – Makassar : Kepengurusan Partai Demokrat terbelah setelah beberapa kader senior menginisiasi pelaksanaan kongres luar biasa atau KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat, 5 Maret 2021 lalu. Kepala Staf Presiden, Jenderal (Purn) TNI Moeldoko didapuk sebagai ketua umum.

Keabsahan kepengurusan Demokrat di bawah kendali Moeldoko diuji pemerintah lewat Kementerian Hukum dan HAM. Seperti prediksi kebanyakan pakar, Menteri Hukum dan HAM, Yosanna Laoly memutuskan menolak kepengurusan Partai Demokrat kubu Moeldoko.

Salah satu alasan mendasarnya, karena tidak adanya mandat dari DPD dan DPC sebagaimana disyaratkan dalam AD/ART Partai Demokrat.

Mantan Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin atau (IAS) menyebut kemenangan Demokrat di bawah kendali Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) seperti kejatuhan durian runtuh.

KLB justru memberi Demokrat semangat baru. Energi tambahan yang luar biasa untuk menjaga soliditas seluruh kader di seluruh tingkatan. Juga menjadi ukuran kekuatan Demokrat menatap kontestasi akbar pemilu 2024.

“Tidak ada yang menyangka, karunia apa yang kita dapat sehingga kita dapat yang seperti ini. Tapi kita harus kelola dengan baik. Paling tidak Demokrat telah melekat di pikiran masyarakat,” ujar IAS di Makassar, Jumat (9/4/2021).

Dikatakan, dalam teori politik semakin banyak objek itu dibicarakan, hal tersebut semakin terekam di memori publik. Dengan adanya KlB, Demokrat semakin tenar dengan sendirinya.

Selanjutnya, cetus IAS, momentum ini harus diisi dengan peran pendekatan terhadap masyarakat. Memperkuat keterkenalan publik ini. Misalnya dengan kerja-kerja sosial, kerja kemanusiaan, yang diamanahkan jadi anggota legislatif lebih menggalakkan program yang menyentuh langsung masyarakat. Ini momentum yang sangat bagus.

“Jangan hanya larut dalam euforia bahwa Demokrat AHY menang atas Demokrat Moeldoko. Kita perkuat konsolidasi,” katanya
Tapi ternyata ada beberapa Ketua DPC di Sulsel yang ikut KLB Deli Serdang.

Sebenarnya kata IAS, mereka bukan tidak setuju ke AHY, tapi mungkin tidak happy dengan kepemimpinan Demokrat di Sulsel.

“11 DPC yang makan malam bersama saya waktu itu sebelum ramai-ramai soal KLB, bisa jadi mereka tidak happy dengan kepemimpinan di Sulsel saat ini. Bukan tidak suka AHY nya,” tandas mantan Wali Kota Makassar dua periode tersebut

Diketahui, pria yang akrab disapa Aco itu merupakan salah satu figur yang paling mencuat sebagai penantang petahana Ni’matullah Erbe pada Musyawarah Daerah Partai Demokrat Juni mendatang.

Tak tanggung-tanggung, IAS yang pernah memimpin Demokrat Sulsel selama tiga tahun itu menargetkan Partai Demokrat menang Pemilu di Sulsel tahun 2024 mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button