Pemkot Makassar

Walikota Makassar : Tunggumi, Mutasi Pejabat Tidak Lamami.

Compaksulsel.com – Makassar : Pemerintah Kota (Pemkot) terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat mengenai mutasi pejabat. Setelah Komisi Aperatur Sipil Negara (KASN), Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto akan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Jadi, KASN sudah beri izin lalu kita tunggu surat resminya dari Mendagri,” singkat Moh Ramdhan Pomanto, Senin (19/4).

Terkait mutasi pejabat, kata Danny, dirinya ingin melaksanakan job fit sebelum menggelar lelang jabatan untuk eselon II. Kebijakan ini dilakukan sesuai visi misi Danny-Fatma yakni meresetting pemerintahan yang dianggap sudah lumpuh sehingga perlu reorganisasi.

“Tunggumi, keluarpi suratnya dan harus berbentuk surat. Tidak lamami. Itumi gunanya kenapa saya reseting ini barang. Anjal dan Pak Ogah inimi keluhan masyarakat,” jelasnya.

Mutasi besar-besaran bakal dilakukan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto. Selain Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), lurah pun bakal bernasib serupa.

Menurut Danny, banyak lurah yang berusaha menggagalkan program Makassar Recover. Padahal program tersebut sebagai upaya Pemkot Makassar menangani Covid 19.

Para lurah ini, kata Danny berusaha menghasut perangkat di bawahnya yakni RT/RW untuk ikut menggagalkan program Makassar Recover.

Lanjut Danny, pihaknya akan segera mengganti sejumlah lurah yang ada. Rencananya, perombakan bakal dilakukan pekan depan.

“Iya, Minggu depan lurah akan saya rombak. Karena banyak Lurah yang mencoba menyabotase Makassar Recover,” tegas Danny, Rabu (7/4/2021).

Salah satu contoh disebutkan Danny, para lurah ini tidak ingin merefocusing anggaran untuk mendukung Makassar Recover. Padahal program ini untuk menyelamatkan warga Kota Makassar.

“Mereka tidak mau refocusing anggarannya, padahal ini perintah negara. Bukan wali kota. Bahwa harus refocusing anggarannya, untuk penanganan pandemi,” tambahnya.

Danny mengklaim setidaknya ada 60 persen lebih Lurah yang bakal diganti. Selebihnya, ia mengaku bahwa mereka tetap mendukung program Makassar Recover dan bekerja sesuai tupoksinya.

“Tapi tidak semuanya, ada juga Lurah yang baik, khusus yang dicurigai tunggu tanggal mainnya. Pasti lewat 60 persen,”terangnya.

Danny menegaskan, Makassar Recover merupakan program pemerintah tanpa ada unsur politik didalamnya. Ia menyebut ini hadir untuk menangani pandemi Covid-19 yang masih membuat masyarakat terpuruk di segala lini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button