Berita

SAdAP : Aturan Larangan Mudik Ini Membuat Usaha Jasa Transportasi Mengalami Kerugian.

Compaksulsel.com – Makassar : Sejumlah perusahaan otobus (PO) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengeluhkan peraturan larangan mudik lebaran 2021. Pasalnya, aturan itu dianggap berdampak pada penghasilan mereka.

Salah satunya dari Publik Relation PO Liman, Hemran Nurmanti, mengungkapkan soal itu. Dia menyatakan larangan mudik otomatis mengurangi pendapatan perusahaan, sebab pesanan tiket juga berkurang.

“Sepi dengan adanya pelarangan ini. Sama sekali tidak ada peningkatan penjualan tiket juga,” ucap Herman saat dihubungi, Senin (26/4/2021).

Hal ini membuat Syarifuddin Dg.Punna yang merupakan salah satu pengusaha asal Sulsel yang berada di jakarta turut menyayangkan adanya pro dan kontra dalam kebijakan Mudik.

Menurut pria yang akrab disapa SAdAP ini bahwa banyak masyarakat yang komplain dengan adanya kebijakan tersebut, padahal tempat hiburan dan lokasi pariwisata sudah mendapatkan izin untuk beroperasi.

“Pertanyaannya kenapa mudik mesti dilarang?” Tanya SAdAP.

Hal ini tentu membuat masyarakat bingung dan kecewa dikarenakan kebijakan yang diambil justru tumpang tindih atau penerapannya berat sebelah urainya.

Ia juga mengagakan bahwa mudik lebaran adalah Tradisi kami bangsa Indonesia bukan saja ummat Islam.

“Saya berharap agar pemerintah memikirkan langkah dan solusi terbaik agar tidak ada pihak pihak yang merasa dirugikan seperti yang di keluhkan pengusaha travel dan perusahaan jasa transportasi”, tutup SAdAP.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button