Ramadhan

Syarifuddin Dg. Punna : Lalui Setiap Momen Di Bulan Ramadhan Dengan Bersyukur.

Compaksulsel.com – Jakarta : Ramadhan mulai beranjak, dan kita memasuki puasa di hari keempat belas. Di tengah Ramadhan pula, kita diuji dengan belum ditemukannya awak kapal selam.

Boleh jadi, dengan ketiadaan berita tersebut menjadikan mereka tidak diketahui keberadaannya.

Namun, sebagai bangsa. Kita perlu tetap berusaha dengan kapasitas yang kita miliki.

Apapun kondisi yang ada, tetap perlu disyukuri.

Dimana masa-masa Ramadhan ini, kita menikmati limpahan makanan dan juga minum. Bahkan ada kudapan yang tidak tersedia kecuali dalam bulan Ramadhan.

Dalam skala lokal di kota sorong misalnya, kita diuji tidak saja dalam urusan lapar dan dahaga. Kita juga diuji dengan mengikhtiarkan perdamaian.

Dimana ada kejadian pengeroyokan di pasar Remu. Sang korban kemudian mempertahankan diri dan menikam pelaku.

Ujian selanjutnya tidak sampai di situ saja. 

Rumah korban dibakar. Sebelumnya, sang korban juga didenda dengan angka sampai satu milyar.

Kesabaran untuk menghadapinya dan mengusahakan perdamaian adalah juga ujian.

Betapa, Ramadhan menjadi kemudahan untuk mengusahakan agar senantiasa semuanya merasakan ketentraman. Bukan hidup dalam ancaman.

Komunikasi antar elemen masyarakat, juga dengan melibatkan apparat keamanan serta semua struktur pemerintahan. Inilah yang menjadi latihan, agar tidak saja kini. Tetapi setelahnyapun saling sapa dan hubungan komunikasi tetap terjalin.

Kondisi yang kondusif adalah pondasi bagi wujudnya capaian selanjutnya.

Tidak lagi hanya pada soal kemudahan mendapatkan natura. Juga pada kesempatan untuk berekspresi dan menjalankan ibadah.

Jangan sampai pula karena kekhawatiran yang berlebihan sehingga menjalankan ibadah tarwih berjamaah dilaksanakan dengan mematikan lampu. Seolah-olah yang dilaksanakan itu sebuah aktivitas pendosa.

Tak ada kesyukuran jikalau hanya setakat berpangku tangan.

Berusaha dengan ikhtiar terbaik kemudian secara langsung akan menjadi washilah Allah untuk menurunkan Rahmat-Nya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button