DPRD Sulsel

Golkar Usulkan Pembubaran TGUPP, Fraksi PAN Sulsel: Tergantung Sudirman

Compaksulsel.com – Makassar : Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Sulsel menilai pembubaran Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bergantung keinginan Andi Sudirman Sulaiman.

Ketua Fraksi PAN Syamsuddin Karlos mengatakan TGUPP dibentuk Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah untuk membantu pemerintahan.

Menurutnya, jika Sudirman Sulaiman masih membutuhkan, TGUPP maka tetap dilanjutkan.

“TGUPP itu permintaan Pak Nurdin Abdullah untuk bantu kelancaran pemerintahan. Kita belum bicara Plt apa masih butuh atau tidak. Kalau masih butuh untuk kepentingan Sulsel, why not kenapa tidak,” kata Syamsuddin Karlos kepada media, Rabu, (28/04/2021).

Syamsuddin menggunakan, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sejauh ini belum pernah membuka komunikasi dengan Fraksi PAN soal kelanjutan TGUPP itu.

Yang pasti, Syamsuddin Karlos mengatakan Fraksi PAN sebagai partai pengusung akan selalu mendukung pilihan Andi Sudirman Sulaiman, apakah tetap melanjutkan TGUPP atau tidak.

“Sejauh ini kami belum konsultasi, Pak Plt juga belum sampaikan ke fraksi PAN untuk penggunaan tim TGUPP kembali,” katanya.

“Tapi kalau pak Plt sudah tidak memerlukan dan beliau mampu saya kira lebih bagus lagi. Jadi kami menunggu tanggapan dan arahannya Plt Gubernur. Kalau masih diperlukan bolehlah,” ujarnya.

Usulan pembubaran TGUPP mengemuka dalam rapat finalisasi pembahas laporan keterangan pertanggungjawaban (pansus LKPJ) Gubernur Sulsel.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari didampingi Wakil Ketua II Darmawangsyah Muin di Gedung Twin Tower Lt 2 Gedung DPRD Sulsel Jl Urip Sumoharjo, Rabu (28/4/2021) pagi.

Turut hadir Sekretaris Provinsi Abdul Hayat Gani dan Asisten I Pemprov Sulsel.

Anggota tim perumus laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Sulsel Rahman Pina menilai TGUPP sudah tidak efektif lagi.

“Saya mengusulkan agar TGUPP dibubarkan,” kata Rahman Pina saat di DPRD sulsel, seusai rapat, Rabu (28/4/2021).

Bahkan, Rahman Pina mengatakan, TGUPP cenderung seakan akan menjadi lembaga baru yang kemudian tumpang tindih dengan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sulsel.

“Ini baru diusulkan di rapat LKPJ, belum menjadi putusan. Ini juga sesuai rekomendasi Korsupgah KPK,” ujar Rahman Pina.

TGUPP adalah tim yang digagas oleh Nurdin Abdullah pada awal tahun 2019 lalu.

Setelah membubarkan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D), Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Wakilnya Andi Sudirman Sulaiman sepakat membentuk tim baru untuk mengawal pemerintahan yang mereka pimpin. Ada dua tim yang dibentuk.

Yaitu Tim Ahli Percepatan Pembangunan Daerah (TAPD) dan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019.

TGUPP dibentuk atas SK Gubernur Sulsel nomor 117/I/ tahun 2019.

Ketika itu, Nurdin Abdullah mengatakan, TGUPP ini akan melakukan pengkajian awal terkait program-program prioritas gubernur.

Baik pengelolaan aset, produksi bahan pangan, hingga penyajian pariwisata.

Saat itu, Nurdin Abdullah yakin Provinsi Sulsel akan berkembang dan tumbuh cepat dalam berbagai sektor dengan kehadiran Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dengan latar belakang keilmuan dan beragam keahlian.

“Tidak ada alasan bagi Sulsel tidak bergerak cepat. Tim TGUPP sangat kokoh diisi oleh para ahli yang mumpuni pada bidangnya,” kata Bupati Bantaeng Periode 2008 – 2018, Senin (15/2/2021) lalu.

Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulawesi Selatan tampil dengan komposisi baru.

Tahun 2021 tercatat ada satu nama baru yang masuk dalam struktur ini, yaitu Pakar Jepang, Dr. Ir. Syamsu Rijal.

Sehingga saat ini tim TGUPP Sulsel 2021, yaitu (Ketua) Prof. Ir. Syamsu Alam, yang beranggotan; Prof. Dr. Sangkala, Prof. dr. Budu, Prof. Dr. Heri Tahir, Dr. Hendra Fachri, Muhammad Roem, Dr. Muchtar Lutfi A Mutty, Dr. Ariady Arsal, Dr. Ir. Syamsul Rijal.

Sementara struktur TGUPP sebelumnya masing-masing diisi oleh Prof. Dr. Ir. Yusran Jusuf, M.S sebagai Ketua TGUPP, beranggotakan; Prof Syamsu Alam, Prof Sangkala, Prof Budu, Prof Heri Tahir, Jayadi Nas, Hendra Pachri, Muh Roem, Dr. Muchtar Lutfi A Mutty, dan Dr. Ariady Arsal.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button