DPRD Sulsel

Sambut Hari Pendidikan Nasional, Legislator PDIP Sulsel Risfayanti Gelar Sosialisasi Tentang Wajib Belajar.

Compaksulsel.com – Makassar : Setiap tanggal 2 Mei, Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional atau disingkat dengan Hardiknas.

Di tahun ini, Hardiknas akan jatuh pada Minggu (2/5/2021), masih di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti tahun lalu.

Menyambut moment penting ini anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Risfayanti Muin menekankan pentingnya wajib belajar pendidikan menengah, hal tersebut disampaikan melalui kegiatan Sosialisasi Penyebarluasan (Sosper) Perda Nomor 2 Tahun 2017, di Hotel Tree, Jum’at (30/4).

Pada kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang (Kabid) SMA dari instansi Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Selatan, Idrus, Tokoh Pemuda Panakukang, Ishadi Ishak, serta Ketua RW dan RT di Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Legislator PDI Perjuangan yang ditugaskan di Komisi E sebagai Mitra Pemerintah di Bidang Pendidikan menjelaskan, melalui Perda Nomor 2 Tahun 2017 anak usia sekolah ditekankan untuk menempuh pendidikan ke tingkat sekolah menengah, selain adanya Perda juga dipandang perlunya peranan orang tua agar turut mengimplementasikan hal tersebut.

Meskipun, diketahui meski saat ini kita masih dalam tahapan transisi dari pandemi Covid-19 ke era New Normal, sekolah – sekolah tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka, Risfa berharap Pemerintah segera memberlakukan sekolah tatap muka secara terbatas.

“Agar orang tua tidak merasa cemas akan pendidikan anak-anak, Pemerintah Sulawesi Selatan saat ini tengah melakukan uji coba sekolah tatap muka dalam sekala terbatas pada 3 Sekolah Menengah Atas (SMA) di Makassar”, paparnya.

Dari hasil uji coba tersebut pemerintah nanti akan mengevaluasi sejauh mana efektifitas permberlakuan sekolah tatap muka skala terbatas, jika hasilnya dinilai efektif bukan tidak mungkin Pemerintah akan menambah jumlah sekolah tatap muka terbatas, jelasnya.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi sulsel, Idrus mengatakan bahwa saat ini difokuskan pada tigkat SMA dulu karena ini di bawah kewenangan provinsi. Kemudian selanjutnya kita lihat, dari hasil evaluasi tiga SMA itu yang siap harus maju duluan.

” 3 SMA Negeri yang diberlakukan Sekolah tatap muka terbatas diantaranya SMA Negeri 21 Makassar, SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 4 Makassar.” Urai Idrus dihadapan peserta sosialisasi ini.

Menurut Idrus, tiga SMA tersebut yang dianggap sudah siap melaksanakan sekolah tatap muka. Kendati begitu, selama evaluasi berjalan, sekolah jenjang SMA/SMK/SLB lainnya diminta bersiap untuk mengajukan diri melaksanakan kebijakan serupa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button