Hari Buruh Internasional

Unjuk Rasa May Day di Makassar ‘Terpusat’ di Fly Over dan DPRD Sulsel.

Compaksulsel.com – Makassar :

Peringatan hari buruh atau May Day di Kota Makassar, terpantau lancar, Sabtu (1/5/2021) siang.

Dari sejumlah data yang diperoleh, terdapat sejumlah organisasi buruh yang turung melakukan aksi unjuk rasa.

Seperti aliansi Gerak Makassar, Aliansi Perjuangan Rakyat (Alpar), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan lainnya.

Ke tiga organisasi dan aliansi itu melangsungkan unjukrasa di bawa jalan layang Fly Over, persimpangan Jl AP Pettarani-Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Ketiganya menyuarakan soal nasib pekerja dan Undang-undang Omnibuslaw.

Seperti yang disuarakan Gerak Makassar. Dalam orasinya, mereka menyuarakan pencabutan Omnibuslaw.

Mereka hadir dengan jumlah massa sekitar seratusan orang.

Berikut beberapa poin tuntutannya.

-Cabut Omnibus Law dan PP turunannya

– Stop Komersialisasi Pendidikan

-Hentikan Fleksitabilitas dan Pasar gelap

-Wujudkan Reforma Agraria Sejati

-Sahkan RUU Masyarakat Adat Dan RUU PK-S 

-Tetapkan standar Upah Pelaut Dan Guru Honorer

-Lawan Neo NKK/BKK dan wujudkan demokrasi kampus

Aspirasi yang sama disuarakan, Alpar.

Star dari Kawasan Industri Makassar (Kima), pengunjukrasa dari Aliansi Perjuangan Rakyat (Alpar) turut hadir di bawah jalan Layang Fly Over.

Dengan massa lebih kurang 100 orang, mereka juga menyuarakan soal kebijakan dan nasib buruh atau pekerja.

Berikut poin tuntutannya:

-Cabut UU 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja dan PP turunannya pasal 34, 45,36, 37.

-Sahkan UU Masyarakat adat.

-Tangkap dan adili pelaku eksploitasi UUD 1945 pasal 33.

-Stop impor beras.

-Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis.

-Stop bayar uang kuliah dimasa pandemi.

-Stop propaganda yang melemahkan perjuangan rakyat atas nama agama.

-Tegakkan supremasi hukum.

Begitu juga dengan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

Mereka hadir di depan DPRD Sulsel tidak jauh dari jalan layang Fly Over Makassar.

Hadir dengan membawa massa lebih kurang 30 orang, KSPSI juga menyuarakan soal kebijakan Omnibuslaw dan nasib pekerja.

Berikut beberapa poin tuntutannya:

-Cabut UU klaster Ketenaga Kerjaan Nomor 11 Tahun 2020 dan turunannya PP 34,35,36 dan 37.

-Stop PHK sepihak pada pekerja/buruh di masa pandemi.

-Bayarkan THR penuh pada pekerja atau buruh sesuai edaran menaker RI.

Unjukrasa di kawasan Fly Over dan DPRD Sulsel itu dijaga ratusan aparat kepolisian.

Unjukrasa berlangsung damai, hingga akhirnya para pengunjukrasa membubarkan diri pukul 14.35 Wita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button