DPRD Sulsel

AGH Sanusi Baco Meninggal Dunia, Sekertaris Fraksi PDI Perjuangan Risfayanti Muin Posting Ucapan Duka Citanya.

Comoaksulsel.com – Makassar : 

Compaksulsel.com – Makassar : Sekertaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulsel Risfayanti Muin, SS menyampaikan kabar duka lewat pesan unggahan Instagram story diakun resmi miliknya @risfayanti_muin media, Sabtu 16/5/2021.

Unggahan Ucapan Duka Risfayanti Muin, SS atas meninggalnya AGH KH Sanusi Baco, Lc, Ketua MUI Provinsi Sulsel.

Ketua MUI Sulsel KH Sanusi Baco meninggal dunia di Rumah Sakit Primaya Makassar. Ulama Sulsel itu dikabarkan meninggal pada pukul 20.00 WIB.

“Sangat berduka. Hari ini (15/5/21) Anre Gurutta (AG) KH Sanusi Baco, Ketua MUI Sulawesi Selatan wafat di Makassar,” Ucap Risfayanti Muin saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya pada Sabtu, 15 Mei 2021.

“Inna lillah wa inna ilaihi raji’un. Almarhum adalah ulama yg sangat luas ilmunya dan lembut penampilannya. Semoga Allah mengampuni dosanya dan memberikan surga-Nya,” sambungnya.

AGH KH Sanusi Baco, sosoknya dikenal sebagai ulama kharismatik. Lantas saja banyak yang menyeganinya.

Pemberian gelar Anre Gurutta atau Anregurutta disingkat AG, adalah sebuah istilah gelar bagi Ulama Sulawesi Selatan.

Istilah ini tidak dipakai secara umum kepada seseorang yang dianggap sebagai ulama tetapi hanya dipakai kepada Ulama/ustadz dalam lingkup pesantren itupun hanya dalam bentuk panggilan kepada guru bukan dalam bentuk penulisan nama gelar.

Ia merupakan putra kedua dari enam bersaudara. Ayahnya Baco bekerja sebagai mandor.

Tumbuh pada masa penjajahan, Sanusi merawat kuda tentara Jepang di Maros.

Semasa remaja ia menghabiskan waktunya untuk mendalami agama di pondok pesantren Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Mangkoso, Barru.

Ia kemudian hijrah ke Makassar setelah menamatkan Aliyah dan menerapkan ilmu agamanya sebagai seorang guru dibeberapa tempat.

Alumni Universitas Muslim Indonesia ini berhasil meraih gelar sarjana muda (BA).

Ia yang juga pendiri PMII Sulsel mendapat beasiswa kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir dari Departemen Agama Republik Indonesia.

Saat perjalanannya menuju Mesir ia bertemu dengan Gusdur. Sejak pertemuannya tersbeutlah ia kemudian berniat untuk bergelut di Nahdatul Ulama.

Usai mengenyam dipendidikan di Mesir ia kembali ke Makassar dan mengajar di beberapa kampus di Makassar, diantaranya, Universitas Muslim Indonesia dan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Al-Gazali (sekarang UIM).

Selain itu, ia kerap melakukan dakwah. Hingga saat ini, ia menjabat sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia Sulsel.(eq)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button