Pemkot Makassar

Pemkot Makassar Usulkan Sertifikasi 120 Bidang Tanah.

Comoaksulsel.com – Makassar : Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Pertanahan mengajukan 120 bidang tanah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Makassar untuk disertifikatkan. Itu, sebagai upaya melindungi aset daerah.

Kepala Dinas Pertanahan Makassar, Manai Sophian mengatakan, pihaknya telah mengusulkan 120 bidang tanah ke BPN. Rata-rata, aset tersebut merupakan tanah puskesmas, sekolah, hingga kantor pemerintahan.

“Jadi kita ajukan itu tahun ini ada 120 bidang, itu ada puskesmas, sekolah, kantor, dan ada beberapa tanah yang masing-masing. Termasuk kantor lurah,” kata Manai, Minggu (16/5).

Usulan tahun ini merupakan bidang tanah yang tidak sempat disertifikatkan tahun lalu. Pasalnya, sambung Manai, ada beberapa prosedur yang mesti dipenuhi sebelum sertifikat itu diterbitkan.

Misalnya, dokumen harus lengkap. Belum lagi, tanah yang bakal disertifikatkan mesti diukur ulang, sedangkan jumlah tim pengukur di BPN Makassar sangat terbatas sehingga butuh proses.

“Tahun lalu tidak ada terbit, jadi tetap itu dulu yang kita usul. Untuk apa kita tambah kalau yang tahun lalu saja tidak terbit. Ada yang dikembalikan karena dokumennya belum lengkap,” ujar dia.

Kata dia, penting bagi pemerintah untuk mensertifikatkan semua aset milik daerah. Jangan sampai ada oknum yang justru mengklaim aset tersebut. Rawan diserobot.

Bahkan, kata Manai, semua aset-aset pemkot dalam pengawalan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Begitu pun dengan aparat penegak hukum yang lain.

“Kawajiban kita untuk mensertifikatkan seluruh aset yang belum ada bukti yuridis formalnya. Jadi, kalau saya mengatakan itu bermasalah kalau ada yang gugat. Kalau mengklaim saja kalau ada yang gugat dan masuk ke ranah pengadilan,” papar dia.

Manai menyebutkan sejak Dinas Pertanahan Makassar berdiri setidaknya ada kurang lebih 100 bidang tanah yang sudah disertifikatkan. Termasuk tanah pasar.

“Hampir 100 sertifikat yang selama Dinas Pertanahan berdiri. Masih ada pasar yang belum selesai. Seperti Pasar Kalimbu, jadi di BPN Kota Makassar sementara di proses kalau ada kurang di telpon kita,” ungkap dia. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button