Pendidikan

Ketua Yayasan Raffasya Baitul Makmur Kesempatan Bagi Anak Dunia Pendidikan Dan Kurang Mampu

Compaksulsel.com – Makassar — Saya membangun sekolah ini niatnya bukan orientasi bisnis, tapi adalah beramal jariah. Artinya bagaimana hidup kita itu Bermanfaat untuk ummat, untuk agama dan bangsa.

Jadi sekolah ini saya sampai bertanya kepada diri saya, ‘kenapa sih banyak orang orang pintar itu masuk penjara, ada pendidikannya gelar Professor, doktor, sarjana hukum, bahkan master hukum masuk penjara.

Begitu juga masuk penjara seorang pejabat yang dipilih oleh rakyat, berarti orang penting. Tapi kenapa ada oknum pejabat yang masuk penjara?

Yang mengangkat harkat martabat seorang manusia, bukan gelar atau jabatan, tetapi sebagaimana nabi Muhammad diutus oleh Allah SWT ke muka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak manusia. Maka saya tarik saya jawaban, kenapa orang pintar, orang terhormat masuk penjara? Karena akhlak yang tidak ada.

Kita liat negara maju seperti di Jepang bukan penganut agama Islam tapi negararnya maju, masyarakatnya sejahtera, negaranya aman sentosa, karena di sana itu pendidikan akhlak di usia dini, jadi itu anak anak diajarkan tentang akhlak dulu diusia dini, bukan ilmu.

Mari kita orang tua mencarikan sekolah yang berakhlak, bukan saja berilmu. Untuk apa berilmu kalau tidak berakhlak. Maka modal utama berakhlak dulu, nabi diutus ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak semua ummat, bukan hanya Islam.

Kenapa saya membangun sekolah yang notabene saya sebagai seorang pelaut, tapi saya alamai ketika saya berhenti melaut, saya memulai bisnis, berinteraksi dengan orang orang yang punya power di darat bagaimana mengurus perizinan, bagaimana menghubungkan konektivitas, saya banyak merasakan dibohongi, ditipu mengurus hal hal yang seharusnya selesai dua tiga hari tapi berbulan bulan. Itu kan kembali lagi kepada akhlak.

Pemerintah melalui dinas pendidikan seharusnya memprogramkan di usia dini anak anak itu pendidikan akhlak 70 persen, ini harus dikonsep di dunia pendidikan,

Terkadang kita orang tua merasa bangga bahwa anakku jago bahasa Inggris, tapi kita tidak kecewa bila mana anak kita masih membantah kepada orang tua masih suka berbohong.

Karena kalau terdidik dari kecil seperti itu, jadi pejabat nanti dia akan melakukan kebohongan kepada rakyat.

Tentu ini kembali penguatan akhlak usia dini. Itulah yang melatar belakangi saya membangun Raffasya Baitul Makmur.

Program yang kita perkuat adalah pendidikan akhlak.

Untuk merekrut tenaga handal yang profesional yang saya artikan adalah orang bisa penuhi 5 poin,

Pertama dia harus disiplin, harus jujur, harus cakap atau terampil, punya loyalitas, mampu kerja tim.

Jadi kualitas tenaga pendidik itu dilihat dari situ.

Jadi untuk mencetak anak yang berakhlak dimulai dari gurunya mencontohkan akhlak.

Istilah saya begini, guru, karyawan, mengabdi dengan pekerjaan, bagaimana mengabdi membesarkan tempat kerja ikhlas karena Allah, genggam akhirat mu, dunia akan mengikutimu.

Program unggulan, Saya bersaing secara tidak sehat bilamana saya menjiplak apa yang diajarkan di sana, saya ajarkan di sini. Saya ingin bersaing secara sehat dengan menghadirkan konsep kurikulum yang berbeda dengan menghadirkan, yaitu penguatan akhlak.

Jadi pembelajaran di kelas dari teori langsung penerapan praktek. Inilah pendidikan akhlak, bermanfaat hidupnya. Ada ruangan khusus yang kita buat, misalnya realita hidup di Makassar yang kita terapkan di sini.

 

Laporan : Andhis.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button