Pemkot MakassarSerba Serbi

Kadinsos Makassar Sebut Data JKN – KIS Perlu ada Singkronisasi

COMPAKSULAWESI.COM – MAKASSAR – Jajaran Pemerintah kota Makassar mengelar forum diskusi terkait program JKN-KIS yang diadakan oleh BPJS. Dinas Sosial kota Makassar belum memiliki jumlah pasti terhadap penerima JKN-KIS. Maka, para pemangku kepentingan kota Makassar mengadakan pertemuan direstorant Sunachi hotel clarion.

Dalam pertemuan ini, dibahas beberapa hal dalam pelaksanaan program KIS tersebut. Salah satunya saja beberapa waktu lalu ditemukan ada seseorang mengusulkan KIS, namun orang tersebut tidak masuk dalam daftar.

Menurut Mukhtar Tahir, Kepala Dinas Sosial menjelaskan bahwa bahwa seseorang yang terdaftar sebagai JKN-KIS akan tetapi tidak terdaftar sebagai BPJS.

“KIS salah satu dari bantuan tapi masih ada yang lain, satu kartu itu bisa di pakai untuk berbagai keperluan dan ini yang perlu disinkronisasikan”, Jelas Mukhtar Tahir, Rabu (27/12/2017).

Belum adanya data-data yang vailid membuat dinas sosial dan pihak BPJS saling tuding. data tidak valid tersebut membuat ada biaya yang ditimbulkan. Selain itu juga persoalan ini membuat beberapa pasien yang terdaftar di KIS ditolak, karena tidak adanya ke akuratan data.

Sehingga hal ini yang perlu diselesaikan secepatnya dengan adanya singkronisasi data dari pihak PBJS dan juga pihak dinas sosial. Ketidak singkronan data tersebut dikarenakan tidak data tersebut tidak masuk dalam data terpadu. Untuk data KIS yang ada di dinas sosial adalah dari pihak kelurahan yang ada dikota Makassar dan lalu di berikan ke pihak BPJS.

“Jadi yang jadi masalah siapa yang menjadi standar dari pemulihan hak masyarakat dari data yang ada”. Tambah Mukhtar lagi.

Sehingga harapannya kedepan adalah di tahun 2018 bisa menjadi RP 160.000 perbulan, yang mulanya mencapai Rp 200.000.

 

Penulis : Nurul  ||  Editor : Elis

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button