MakassarPolitik

Arqam Azikin : Makassar Harus Jadi Pusat Pembelajaran Dimensi Kebangsaan

COMPAKSULAWESI.COM – MAKASSAR, — Dialog akhir tahun yang digelar oleh DPW LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Sulsel di warkop Phoenam Jl. Boulevard Makassar, jumat (29/12/17) bertema “Refleksi Kota Makassar Antara Harapan dan Kenyataan, Sisi: Kota Dunia, Keamanan, Ekonomi, Kebangsaan” berlangsung cukup menarik.

Pasalnya Arqam Azikin salah satu narasumber di acara tersebut memaparkan tema dialog dari sisi kebangsaan yang diulas apik sehingga membuat peserta dan narasumber lainnya diantaranya Walikota Makassar, Ir. Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, Gubernur LIRA Sulsel, Andry Arief Bulu dan Humas Polrestabes Makassar, AKP Laode mendengarkan secara seksama. Dosen Unismuh Makassar ini mempunyai hasrat jika kota Makassar sebagai ibukota provinsi Sulawesi Selatan sangat penting untuk mengabadikan 11 tokoh asal Sulsel yang telah dinobatkan gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Pusat.

“Di era globalisasi sekarang ini tidak mesti warga Makassar khususnya generasi muda meninggalkan wawasan kebangsaan yang menyangkut sejarah dan kepemimpinan tokoh-tokoh yang pernah punya andil dalam perjuangan di tanah Sulsel. Pembelajaran kepemimpinan tokoh bangsa di Sulsel sangat penting dalam mengawal pengetahuan anak-anak muda Makassar dan Sulsel secara Umum,” papar Arqam.

Pengamat politik dan kebangsaan ini juga menambahkan bahwa potensi pendidikan Kebangsaan tersebut akan mempunyai manfaat jangka panjang akan perjalanan bangsa dari generasi ke generasi di Sulsel dan tentunya demi kepentingan Nasional.

“Sebagai contoh, ketokohan Syech Yusuf bukan lagi pada tataran Makassar dan nasional, namun telah dianggap sebagai “Pahlawan Dua Benua yakni Asia dan Afrika”. Belum lagi kita ulas 10 tokoh lainnya ; Sultan Hasanuddin, La Maddukelleng, Ranggong Daeng Romo, Andi Djemma, Pong Tiku, Andi Mappanyukki, Andi Abdullah Bau Massepe, Pajonga Daeng Ngalle, Opu Daeng Risadju, dan Sultan Daeng Radja”, tambah Arqam.

Kak sapaan akrab Arqam Azikin berharap jika Kota Makassar mesti menjadi pusat pembelajaran kepemimpinan dimensi kebangsaan dengan berbagai figur-figur pada konteks sejarah dan juga tokoh-tokoh Sulsel pasca Kemerdekaan hingga periode sekarang.

 

Penulis : Didit  ||  Editor : Elis 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button