BeritaHukum & Kriminal

Kepala Desa diduga Sunat Dana Asuransi Nelayan

COMPAKSULAWESI.COM – MAKASSAR – Kades Aeng Batu-batu diduga sunat dana asuransi kematian nelayan sampai puluhan juta rupiah. Kamis (18/01/2018).

Galesong Utara-Kades Aeng Batu-batu kecamatan galesong utara, kabupaten Takalar diduga sunat dana santunan asuransi nalayan yang diberikan oleh dinas kelautan dan perikanan takalar kepada keluarga korban yang mendapat asuransi tersebut.

Seperti yang ungkap oleh suriati, istri almarhum azis dg lulung, dimana ia mengaku bahwa uang yang ia terima saat di dinas kelautan dan perikanan takalar sebanyak 100 juta, namun saat menuju pulang ke rumahnya di desa aeng batu batu, suriati di suruh tinggal di kantor desa dan aparat desa meminta uang sebanyak 20 juta rupiah dengan alasan sumbangan masjid, setelah diberikan ibu suriati pulang kerumahnya dengan membawa uang tersebut sebanyak 80 juta rupiah.

Namun beberapa saat, pihak desa kembali datang meminta 10 juta rupiah tanpa ada alasan pasti, sehingga uang tersebut diberikan, sehingga uang yang diterima ibu suriati bersih 70 juta rupiah dari seratus juta yang ia ambil dari dinas kelautan dan perikanan takalar, Jelas Suriati.

Seperti yang dilansir dari beberapa media online di Jakarta, dimana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan asuransi kepada seluruh nelayan di Indonesia. Hal itu sesuai dengan amanat undang-undang.

Pemberian asuransi bagi nelayan ini dilakukan untuk melindungi para nelayan menjalankan aktivitas di laut, dan di darat. “Sekarang nelayan bisa mendaftar dengan sistem online menjadi peserta asuransi,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Selasa 21 Maret 2017.

Nelayan yang menjadi peserta asuransi ini tidak dipungut biaya. Karena pemerintah sudah menjamin melalui KKP.

Besaran asuransi nelayan yang diterima saat mengalami kecelakaan bervariasi. Seperti meninggal dunia di laut mendapatkan santunan mencapai Rp200 juta.

Begitu dengan kecelakaan di darat hingga meninggal mendapat santunan sebesar Rp160 juta, cacat tetap Rp100 juta. Sementara biaya pengobatan bagi nelayan yang sakit mendapatkan santunan Rp20 juta.

“Asuransi ini bukan BPJS, tapi asuransi khusus nelayan. Kami berharap agar semua nelayan di Indonesia bisa terdaftar dalam asuransi ini, karena tidak memberatkan,” ucapnya.

Berbeda dari apa ynag diterima oleh para keluarga korban nelayan, dimana sejumlah dana asuransi tidak mereka terima secara utuh, justru dana mereka disunat mulai dari dinas terkait hingga kepala desa aeng batu batu.

Hingga berita ini di turunkan, kades aeng batu batu belum memberikan tanggapan terkait adanya praktek sunat dana asuransi jiwa bagi para nelayan yang meninggal maupun sakit.

 

Penulis : Andhis || Editor : Elis 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button