Ekonomi & BisnisMakassarNews

Nilai Tukar Petani Sulsel Naik Sebesar 0,58 Persen, 10 Besar Secara Nasional

COMPAKSULAWESI.COM – MAKASSAR – Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan provinsi sulawesi selatan bulan April 2018 sebesar 101,91 atau terjadi kenaikan sebesar 0,58 persen bila dibandingkan dengan NTP bulan maret 2018 dengan sebesar 101,33.

Angka diatas menunjukkan bahwa grafik NTP Provinsi Sulawesi Selatan meningkat, seiring Sulsel naik anak tangga dari posisi 13 secara nasional keposisi ke 9 di tahun 2018 ini.

Hal ini dipicu oleh NTP Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 98,49, Subsektor Horticultural (NTPH) sebesar 108,45, disusul Subsektor Tanaman Pangan Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 96,40, selanjutnya Subsektor Peternakan (NTPT) sebesar 108,98 dan terakhir Subsektor Perikanan (NTNP) sebesar 102,95.

Dan apabila dengan periode sebelumnya, empat Subsektor mengalami kenaikan NTP dan satu subsektor mengalami penurunan. angka penurunan terjadi pada subsektor tanaman pangan sebesar 0,72 persen. sementara kenaikan NTP terbesar terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,32 persen.

Kepala BPS Sulawesi Selatan, Nursam Salam membenarkan jika NTP dibulan April mengalami kenaikan sebesar 101,91 psrsen. dimana Subsektor Perkebunan Rakyat (NTPR) naik paling tinggi diantara subsektor lainnya sebesar 2,32 persen, bila dibandingkan bulan maret 2018.

“NTP bulan April naik sebesar 101,91 persen, dimana penyumbang kenaikan paling tinggi pada Subsektor Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 2,32 persen. disebabkan oleh indeks yang diterima petani yang kenaikannya mencapai 2,31 persen, sedangkan indeks yang dibayar petani (ib) mengalami penurunan sebesar 0,01 persen”, papar Nursam Salam, Selasa (2/5/2018).

Nilai Tukar Petani yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima pstani (it) terhadap indeks harga yang dibayar petani (ib), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani dipedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.

 

 

Penulis : Didit

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button