Serba Serbi

Hari Tari Sedunia, Legislator Wanita Ini Serukan “Anak Anak Ayo Menari”

Compaksulawesi.com – Makassar — Hari ini (29/4) diperingati sebagai Hari Tari Sedunia, dan kita bisa memaknainya sebagai hari di mana kita perlu mengingat kembali akan keindahan budaya Indonesia melalui ragam tariannya. Seni tari dibagi menjadi dua jenis yakni tari tradisional atau tari seni dan tari modern namun terdapat inovasi dari dua jenis tarian tersebut yakni tari tradisional modern yang lebih di kenal dengan sebutan tari kreasi.

Risfayanti Muin,SS adalah wanita yang sukses dikarir perpolitikan, hal ini ia buktikan dengan menempatkan dirinya sebagai seorang legislator di DPRD Sulawesi Selatan mewakili Masyarakat Kota Makassar dari Partai PDI perjuangan.

Wanita yang selalu terlihat santun ini ternyata sangat mengagumi seni tari tarian, dalam memperingati hari Tari Sedunia ini Risfa mengatakan bahwa Tari tradisional jelas dapat mengangkat kebudayaan suatu daerah tanpa mengubahnya sedikit pun, dan fungsi dari tarian ini selain hiburan biasanya dilakukan sebagai penyambutan ucapan selamat datang, sebagai contoh di sulawesi selatan ini tarian selamat datang yang dilenggokkan saat menyambut tamu yang datang ke daerah tersebut seperti tari padduppa,Tari Bosara’ dan Tari Pakkuri Sumange’ adat soppeng, Jenis tarian seperti ini biasanya dilakukan dalam menyambut tamu khusus seperti pemerintah daerah, ataupun kepala adat.

Dalam kesempatan diskusi kami bersama Sekertaris Fraksi PDI Perjuangan Sulawesi Selatan ini, Risfayanti Muin mengingatkan kami dengan kalimat yang pernah di ucapkan oleh Kinanti Sekar Rahina, wanita yang lahir di Yogyakarta 26 Juli 1989 yang juga merupakan seorang penari ternama di Indonesia, beliau mengatakan ” Semakin Sering Anak Anak Bangsa Menikmati Masa Kecilnya Dengan Kesenian dan Kebebasan Berkreasi,Niscaya Mereka Akan Semakin Cinta Dengan Keluhuran Budaya Bangsa,Hingga Bisa Lebih Menghargai Hidup Yang Berkehidupan Di Tanah Air. ” Katanya.

Diketahui Kinanti Sekar Rahina ini juga merupakan pendiri sanggar seni “Kinanti Sekar” yang bertempat di Jawa Tengah Ibu Kota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Risfa melanjutkan ceritanya dan menyampaikan bahwa seni tari saat ini masih banyak peminatnya, dan lembaga-lembaga yang menyediakan sarana dan prasarana untuk kursus menaripun masih banyak.

Belum didapat data yang akurat yang menunjukkan angka minat anak-anak terhadap kegiatan menari sebagai salah satu penyaluran hobi. Di kota-kota besar mungkin menari sudah menjadi aktivitas yang tidak terlalu menarik, namun tampaknya masih banyak di daerah-daerah negara kepulauan ini yang para generasi penerusnya menekuni dunia tari menari sebagai warisan nenek moyang kita yang cukup mahal harganya.

Oleh karena itu di akhir diskusi kami ini, Ibu Risfayanti Muin Menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya di Kota Makassar ini, “yuk nyalakan kembali budaya menari tradisional, tari modern dan tari kreasi kepada anak-anak kita sebagai tunas-tunas kecil sang pemegang warisan kebudayaan untuk menjaga adat dan budaya tari tarian warisan leluhur bangsa.” (Rizki|Darma)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button