Pangkep

Wakil Bupati Pangkep Syahban Sammana Terima Catatan Kekayaan Intelektuan Komunal Dari Kanwil Kemenkumham Sulsel.

Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Itjen Kekayaan Intelektual, Kemenkumham Dr. Syarifuddin didampingi Kakanwil Kemenkumham Sulsel, Harun Sulianto menyerahkan 18 Surat Pencatatan Kekayaaan Intelektual Komunal (KIK) kepada pemda Pangkajene Kepulauan.

 

Surat pencatatan KIK diterima Wakil Bupati Pangkajene Kepulauan Syahban Samanna.

 

Penyerahan tersebut diberikan pada acara Workshop dan Diseminasi Kekayaan Intelektual Komunal dan Penandatanganan Mou Kekayaan intelektual antara Kanwil Kemenkumham Sulsel dengan Universitas Negeri Makassar di Hotel Gammara Makassar, Selasa (20/4).

 

Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Dr. Syarifuddin mengungkapkan penyerahan Surat Pencatatan KIK merupakan bentuk perlindungan hukum yang bersifat defensif terutama terhadap serangan atau peringatan dini bagi pihak atau negara asing yang akan mengakui, menggunakan, membajak, mencuri sumber daya genetik Indonesia dan bahkan memanfaatkan KI Komunal Indonesia.

 

“Kementerian Hukum dan HAM saat ini telah membentuk Pusat Data KI Komunal Indonesia. Pusat Data (database) ini bertujuan untuk memperkuat kedaulatan KI Komunal Indonesia, memperkuat bukti kepemilikan atas KI Komunal Indonesia, bahan untuk mempromosikan budaya Indonesia dan kemudahan akses nilai-nilai kesejarahan, kebudayaan, pengetahuan tradisional dan sumber daya genetik Indonesia,” ungkap Sarifuddin.

 

Sementara, Kadiv Pelayanan Hukum dan HAM, Kemenkumham Sulsel, Anggoro Danasanto mengatakan Kabupaten Pangkajene terdapat 1 Ekspresi Budaya Tradisional yakni Mappalili dan 3 Pengetahuan Tradisional meliputi Sop Saudara, Dange, dan Pabbissu.

 

Secara Keseluruhan, saat ini terdapat 50 KI Komunal dari Pangkep, Sinjai, Parepare, Wajo, Luwu Timur, Enrekang dan Bone yang sudah lolos dan tervalidasi.

 

“Pencatatan KI Komunal ini bertujuan untuk memberikan legalitas terhadap budaya, pengetahuan tradisional yang diwariskan oleh leluhur kita dan hasil kekayaan alam yang sudah dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada negara kita,” kata Anggoro.

 

Wakil Bupati Pangkep, Syahban Samanna mengapresiasi penyerahan Surat Pencatatan KIK tersebut.

 

“Kami atas nama Pemerintah Daerah Pangkep berharap agar pembinaan dan pendampingan terus dilakukan oleh Kanwil Kemenkumham Sulsel sehingga Kekayaan Intelektual lainnya seperti Jeruk Gula-gula, Ikan Terbang, dan Beras Mandi juga mendapat surat pencatatan dan sertifikat Kekayaan Intelektual dari Kemenkumham,” ungkap Syahban.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Pangkep Nurlita Wulan Purnama, Kadiv Pelayanan Hukum dan HAM Anggoro Dasananto, Kadiv Administrasi Sirajuddin dan Kadiv Keimigrasian Dodi Karnida

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button