Politik

Dijagokan Tarung di Pilgub Sulsel, Danny Disarankan Tidak Terbuai dengan Statemen Politik RMS.

Compaksulsel.com – Makassar : Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan Rusdi Masse berniat mendorong Wali Kota Makassar Danny Pomanto untuk maju bertarung di Pilgub Sulsel 2024. Danny dinilai memiliki keberpihakan tinggi terhadap rakyat, buktinya ia dua kali terpilih sebagai walikota. Kerja-kerja politik akan mulai digencarkan selepas lebaran Idul Fitri.

Sosiolog Universitas Hasanuddin, DR Sawedi Muhammad menilai dukungan Rusdi Masse (RMS) ke Danny Pomanto (DP) untuk maju sebagai calon Gubernur Sulsel 2024 mendatang, memiliki implikasi yang multitafsir.

Pertama, RMS ingin menegaskan ke publik bahwa dialah figur sentral dibalik kemenangan pasangan DP-Fatma di Pilwalkot 2020. RMS ingin memposisikan diri sebagai “The King Maker” di momen pertarungan politik di Sulsel.

Kedua, dorongan politik secara terbuka RMS juga sekaligus sebagai “warning” ke DP bahwa superioritas kekuasaan politik itu ada di Partai Nasdem.

“Jadi meskipun terpilih sebagai Wali Kota, DP jangan memposisikan diri sebagai penguasa tunggal seperti saat menjabat Wali Kota periode pertama. Ini juga menjadi peringatan ke DP untuk menjaga relasi kuasa yang berimbang dengan wakilnya,” kata DR Sawedi Muhammad kepada media, Selasa (11/5/2021).

Ketiga, statemen RMS bisa ditafsirkan untuk menyandera DP agar membuka jalan kemenangan bagi Partai Nasdem di Kota Makassar melalui mesin birokrasi dan perangkat daerah di Pemkot Makassar.

Ia mengatakan, dorongan politik untuk maju di Pilgub ke DP, menurutnya hanya basa-basi saja. RMS sangat khatam dinamika sosio-politik dan demografis peta politik di Sulsel.

“DP baru bekerja beberapa bulan dan telah menuai berbagai kontroversi yang bisa menjadi blunder politik kalau tidak dikelola dengan baik. RMS juga paham kalau kemenangan DP-Fatma hanya sekitar 41 persen, kemenangan yang belum cukup diandalkan sebagai modal politik untuk bertarung di level Gubernur,” paparnya.

Dukungan untuk maju di Pilgub di satu sisi menaikkan kepercayaan diri DP, tetapi di sisi lain, membuat DP akan menghabiskan energi untuk menghadapi lawan-lawan politiknya.

“Saran saya, DP jangan terbuai dengan statemen politik RMS itu. Jauh lebih penting bagi DP untuk fokus menuntaskan janji politiknya saat kampanye,” ucap Sawedi.

DP juga disarankan sebaiknya menghindari blunder politik dengan tidak gampang mengumbar statemen yang melukai banyak orang.

DP sebaiknya membuat program prioritas-realistis yang berdasarkan urgensinya sangat dibutuhkan rakyat Makassar. DP tidak punya waktu yang cukup untuk merealisasikan semua janji kampanyenya dengan masa jabatan yang tersisa, sekitar 3,5 tahun.

“Sekiranya DP berhasil membuat terobosan program populis yang hasilnya dirasakan secara positif oleh warga Makassar, maka dukungan Parpol dan publik pasti datang dengan sendirinya,” nilainya lugas.

Sementara itu, Danny Pomanto masih menjawab secara politis akan dorongan dirinya bertarung di Pilgub. Walikota yang diusung NasDem dan Gerindra di Pilwalkot Makassar 2020 lalu itu menegaskan jika dirinya adalah orang yang taat terhadap perintah partai, taat terhadap rakyat, dan taat terhadap demokrasi.

“Apapun perintah partai pasti saya taat, apapun perintah rakyat bahwa saya harus mengabdi dulu di Makassar taat juga, demokrasi juga seperti itu, saya taat terhadap proses itu,” tegas Danny.(**)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button