Politik

Pemilihan Formatur Di Muswil PPP Sulsel Berjalan Mulus, DPP PPP Puji Kepemimpinan H.M.Aras.

Compaksulsel.com – Makassar : Pemilihan tujuh formatur Muswil PPP Sulsel berjalan mulus. Tidak ada riak-riak ataupun pemungutan suara.

22 DPC ditambah aspirasi tiga organisasi badan otonom mengusulkan 6 nama formatur yang seragam.

Hanya 2 DPC tidak mengusulkan formatur; DPC PPP Kabupaten Sinjai dan DPC PPP Kabupaten Soppeng.

Gelaran Musyawarah Wilayah VIII Partai Persatuan Pembangunan Sulawesi Selatan telah usai, Sabtu (22/5/2021) malam.

Awalnya dijadwalkan berlangsung dua hari, forum tertinggi tingkatan wilayah itu rupanya ditutup lebih dini pukul 22.35 Wita.

Ketua DPW PPP Sulsel Muh Aras mengusulkan Muswil ditutup tengah malam setelah lahir 7 formatur. 

Politikus asal Kabupaten Soppeng itu juga telah membacakan laporan pertanggungjawaban di hadapan kader.

22 DPC masuk arena bersama-sama dari puncak Malino, Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Mereka mengenakan pakaian seragam berwarna putih.

Sebelum masuk arena, 22 ketua-ketua DPC dikarantina kubu Amir Uskara selama tiga hari. Satu malam di Claro, dua malam di Malino. Hasilnya, 22 menguasai forum. Hanya 2 DPC menyatakan pandangan dan sikap berbeda. 

Sementara Muh Aras fokus mempersiapkan Muswil. Muh Aras sempat terbang ke Jakarta untuk melaporkan kesiapan Muswil kepada Ketua Umum Suharso Monoarfa.  

Kini 7 formatur nantinya bertugas memilih siapa ketua dan pengurus DPW PPP Sulsel masa bakti lima tahun ke depan.

Perwakilan pengurus harian DPP dipercayakan kepada Wakil Ketua Umum Arsul Sani sebagai Ketua Formatur.

Sementara 6 formatur lainnya, Imam Fauzan sebagai perwakilan unsur DPW.

Kemudian unsur DPC masing-masing Ketua DPC Kabupaten Gowa Nursyam Amin, Ketua DPC PPP Bantaeng Andi Sugiarti Mangun Karim.

Ketua DPC PPP Kabupaten Bukukumba H Askar HL, Ketua DPC PPP Kabupaten Sidrap Syahrir Langko, Ketua DPC PPP Kabupaten Luwu Rusli Sunali.

Pemilihan 6 formatur lahir dari musyawarah mufakat 22 DPC peserta muswil. Atau hanya dua DPC menyatakan pandangan berbeda.

Meski demikian, belum ada Ketua DPW PPP Sulsel yang lahir dari Muswil PPP Sulsel. 

Ketua DPW PPP Sulsel akan dipilih oleh 7 formatur yang dipimpin Arsul Sani.

Ketua Formatur Arsul Sani mengatakan pihaknya akan memilih ketua DPW PPP Sulsel dan menyusun komposisi pengurus paling lama 20 hari ke depan.

Arsul Sani hadir mengawal pelaksanaan Muswil PPP Sulsel sejak awal hingga selesai. 

Ia mewakili pengurus harian DPP setelah Ketua Umum Suharso Monoarfa meninggalkan arena seusai pembukaan.

Nantinya Arsul Sani akan melaporkan kepada DPP seluruh hasil Muswil PPP Sulsel. Termasuk apa saja aspirasi para kader.

“Kita patut bersyukur alhamdulillah pada hari ini kita telah laksanakan forum musyawarah tertinggi tingkat provinsi,” katanya. 

Sementara Muh Aras dkk telah dinyatakan demisioner setelah melaporkan pertanggungjawaban periode 2016-2021.

 

DPP Apresiasi Muh Aras 

Wakil Ketua Umum Arsul Sani menyampaikan apresiasi atas capaian suara partai Kakbah dalam lima tahun kepengurusan wilayah Sulsel.

Menurutnya Sulsel adalah barometer PPP secara nasional.

Ketika suara PPP turun secara nasional, kata Arsul, suara partai kakbah naik di Sulsel meski jumlah kursi turun.

“Yang jelas PPP di Sulsel ya dalam pemilu kemarin, di mana secara nasional PPP alami penurunan, tapi di Sulsel boleh saya katakan tidak,” kata Asrul Sani.

Asrul mengatakan meski jumlah kursi PPP Sulsel turun, namun raihan suara dinilai bagus.

Di Pemilu 2014, PPP meraih 3 kursi DPR RI di Sulsel. Jumlah itu turun menjadi 2 kursi di Pemilu 2019.

Namun Arsul Sani mengatakan, bukan hanya faktor itu dinilai DPP.

“Secara suara kita bagus di Sulsel, jadi Sulawesi Selatan ini termasuk barometer PPP secara Nasional,” katanya.

Ia mengatakan kalau di Sulawesi Selatan itu bagus, meningkat, maka secara nasional PPP juga akan lebih bagus.

Ia berharap Ketua DPW PPP Sulsel yang terpilih dalam Muswil kali harus mengembalikan raihan tiba kursi DPR RI pada Pemilu 2024 mendatang.

Kedua, Arsul Sani juga berharap PPP mampu menaikkan jumlah kursi di DPRD Sulsel.

“Yang pertama tentu ya kursinya harus kembali 3, yang kedua di DPRD Provinsi harus meningkatkan, di setiap kabupaten telah disampaikan oleh pidatonya pak Aras, ada 4 daerah yang memimpin di DPRD nya, mudah-mudahan tidak hanya kita pertahankan tapi kita bertambah,” katanya.

“Termasuk untuk kepala daerah, tentu itu, tapi kita lihat pilkadanya masih 2024,” sambung Arsul Sani.

Arsul Sani mengatakan kepengurusan Muh Aras dkk sudah resmi dinyatakan demisioner seusai membacakan laporan pertanggungjawaban.

“Sudah semisioner, begitu LPj diterima atau ditolak, maka dengan sendirinya pengurus itu sudah demisioner. Itu hukum organisasi,” katanya.

Ia mencontohkan jika presiden dan para menteri-menteri kabinetnya. Begitu seorang presiden dilantik maka para menteri demisioner dengan sendirinya.

Namun Arsul Sani mengatakan bukan berarti kepengurusan Muh Aras dkk sudah bubar.

“Dia tetap representasi pengurus, tapi tidak bisa ambil keputusan. Dulu waktu LPj saya diterima, saya tanda tangan masih melekat untuk surat-surat pemberitahuan tapi dengan catatan demisioner,” ujar Arsul.

Sementara itu, Muh Aras mengatakan Muswil PPP Sulsel adalah persembahan maksimal dari pengurus skuad DPW PPP Sulsel Periode 2016-2021.

Aras dan kawan-kawan resmi dinyatakan sebagai pengurus demisioner setelah membacakan Laporan Pertanggungjawaban DPW PPP Sulsel Periode 2016-2021.

“Ini persembahan terakhir dari pengurus DPW PPP Sulsel Periode 2016-2021. Jadi hasilnya harus maksimal,” kata Aras kepada wartawan.

Anggota DPR RI Komisi V itu juga berharap pengurus baru harus lebih baik dari kepengurusan sebelumnya.

Kepemimpinan Muh Aras di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulsel dinyatakan berakhir.

Muh Aras sudah lima tahun memimpin Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulsel pada tahun 2021 ini.

Aras dilantik sebagai Ketua DPW PPP Sulsel oleh Ketua Umum Muhammad Romahurmuziy pada Kamis (1/9/2016) lalu.

Ketika itu ia menggantikan Amir Uskara yang naik level ke Dewan Pimpinan Pusat.

Dalam pemilu 2019 lalu, Muh Aras berhasil mengantar PPP memenangkan 4 Ketua DPRD kabupaten di Sulsel.

Antara lain Gowa, Bantaeng, Bulukumba, Luwu, ditambah kursi Wakil Ketua DPRD di Kabupaten Jeneponto.

Selain itu suara PPP Sulsel di bawah kepemimpinan Muh Aras juga naik meski jumlah kursi menurun.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button