BeritaDPRD Kota Makassar

Anton P Goni, Hadirkan Narasumber Asal Bontang Saat Sosialisasi Perda Air Susu Ibu.

Compaksulsel.com – Makassar :

Anggota DPRD Kota Makassar, Anton Paul Goni, menggelar sosialisasi peraturan daerah nomor 3 tahun 2016 tentang pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif di Hotel Tree Makassar, Sabtu (4/12/2021).

Pria yang dikenal dengan akronim nama APG ini mengatakan kegiatan sosialisasi perda ini hal yang wajib dilakukan DPRD dan disampaikan ke masyarakat, termasuk Perda tentang Pemberian ASI Eksklusif. Bahwa, ada regulasi yang mengatur terkait pemenuhan hak-hak bayi dan perempuan.

dr. Rahmawati Rasyid, saat menjelaskan pentingnya memberikan ASI pada anak sejak dini.

“Sosialisasi ini penting agar kita khususnya para ibu tidak memberikan susu selain ASI. Ini wajib hingga 2 tahun, ketika pemberian ASI dilakukan akan melahirkan generasi berkualitas,” ungkap Anton dalam sambutannya.

Selain itu, Anton —sapaan akrabnya, pemberian ASI bisa mendekatkan dan merekatkan hubungan antara orang tua dan anak. Sehingga, peran pemerintah mendukung dengan menghadirkan fasilitas pemberian ASI di perkantoran.

“Adanya Perda ini mewajibkan setiap kantor atau tempat umum menghadirkan satu ruangan khusus pemberian ASI. Apalagi, kantor yang sering dikunjungi masyarakat,” bebernya.

Moment Photo Bersama sesaat setelah kegiatan sosialisasi berakhir.

legislator PDI Perjuangan Kota Makassar ini menghadirkan dua orang Narasumber yaitu DR.Muhajir,SKM, M.Kes, Kepala Bagian Umum Sekertariat DPRD Kota Makassar dan Dokter dari RSIB Pemkot Bontang dr.Rahmawati Rasyid .

dalam kesempatannya dr. Rahmawati Rasyid sebagai Narasumber Kegiatan, mengatakan, ASI sangat penting untuk bayi. Kandungan didalamnya membantu kembang tumbuh otak dan imun bagi bayi.

“Pemberian ASI itu wajib selama enam bulan dan sampai 2 tahun. Jadi, sabar-sabar saja orang tuan memberikan makanan selain ASI di enam bulan pertama,” ucap dokter wanita asal bontang ini.

Secara natural, kata dia, setiap perempuan yang melahirkan dikaruniai ASI. Hanya saja, beberapa kasus ASI jarang keluar lantaran tidak ada stimulus. “Prinsip ASI, tidak keluar ketika tidak dirangsang dan semakin sering diisap semakin berproduksi,” tegasnya.

selanjutnya Kepala Bagian Umum sekertariat DPRD Kota Makassar Dr.Muhajir menyampaikan bahwa perda dan kegiatan sosialisasi ini adalah bagian atau wujud nyata hadirnya peran pemerintah dalam menjaga dan menjamin kesehatan masyaraka di Kota Makassar tutupnya.(eq)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button