Berita

Maraknya Galian Tambang C Di Kab. Takalar Aparat Kepolisian Di Minta UsutTuntas Para Pelaku Penambangan Galian C

Kembali Pesisir Pantai Aeng Batu-Batu Alami ABRASI Diduga Akibat Ulah Pengusaha Yang Nakal Dan Merasa Kebal Hukum. Di minta pejabat terkait untuk di Verifikasi.

Tekait Proyek tambang pasir, sehingga banyak warga yang bermukim di Desa Aeng Batu-batu menjerik dan di rugikan, Karna rumah mereka terancam dibawa Air, malah ada juga warga yang sudah di kikis rumahnya air laut. Kamis (09/12/21)

Selama warga Desa Aeng batu-batu di timpa Abrasi sampai sekarang belum pernah ada dari pihak pemerintahan meninjau musibah yang di derita warga Desa Aeng Batu-batu, kecamatan Galesong Utara, kabupaten Takalar.

Banyak kalangan warga Masyarakat Desa Aeng batu-batu yang menyoroti dan memperotes terkait masalah tambang pasir yang sangat merugikan warga Masyarakat pesisir, tapi tidak kesampaian dan tidak di tindak lanjuti, Ada apa,,,,,? di duga ada Aktor- Aktor Intelektual yang rakus bermain di belakan layar, sehingga warga Masyarakat Aeng Batu-batu terutama di kampung Pandanga merasa sangat di rugikan dan tidak ada perhatian dari pihak pemerintah yang terkait.

Berdasarkan laporan Tokoh-Tokoh Masyarakat dan LSM di Media ini, yang mana tidak mau di sebut namanya satu persatu mengatakan bahwa, ini semua gara-gara tambang pasir dan sebelumnya ada tambang warga Masyarakat Desa Aeng batu-batu tidak pernah kena musibah Dampak Abrasi seperti ini, malah justru menguntungkan warga pesisir karena tanah mereka bertambah alias timbul ( Readis ) titahnya.

Tapi sekarang apa yang terjadi, Akibat tambang tersebut sehingga warga Masyarakat Nelayan Pesisir semakin ketakutan, Nah siapa yang akan bertanggung jawab dengan adanya kejadian seperti ini? Kalo perintah setempat itu sangat tidak mungkin, kenapa saya berkata seperti ini, karena dana CSR saja tidak tersalurkan kepada kami, apa lagi bantuan- bantuan yang lain yang di Perioritaskan Masyarakat pesisir di Desa Aeng Batu-batu, tambahnya.

Sebelumya pernah terjadi di tahun lalu dan tahun sebelumnya sehingga berdampak kepada warga pesisir pantai di Desa Aeng Batu-Batu bahkan Abrasi pantai nyaris menghilangkan sejumlah rumah yang berada di pinggir laut di Desa Aeng Batu-batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar diduga disebabkan karena ulah tangan tangan nakal pengusaha.

Menurut warga yang rumahnya nyaris terkikis oleh ombak setinggi 3 meter ini mengaku bahwa sejak 3 tahun lalu abrasi ini mulai terjadi pasca adanya pembangunan SPBU di pinggir laut.

“Gara-gara adanya itu SPBU yang di bangun kondisi pinggiran laut ini jadi abrasi begini,” jelas Rais, di depan rumahnya saat dikunjungi awak media, Senin (06/01/2020).

Lanjut rais, pasir laut di lokasi pembangunan SPBU milik pengusaha tersebut juga dijual dan ditampung bahkan dijadikan juga timbunan dilokasi SPBU itu.

Abrasi pantai ini diperparah sejak masuknya musim penghujan sejak sebulan terakhir.

Warga pesisir pun berharap agar pemerintah segera mengupayakan penanganan dan pencegahan terjadinya abrasi yang bisa saja sewaktu-waktu merusak rumah warga yang berada di pinggir pantai.

Sementara, menanggapi keluhan warga terkait abrasi, Kepala Desa Aeng Batu-batu Syarifa Ratu Yuliana, berjanji dalam waktu dekat ini pihaknya akan membangun Bronjong untuk penahan ombak yang bersifat sementara.

“Kami sudah memesan Bronjong untuk dipasang dilokasi yang berdampak abrasi, tinggal kami berharap agar warga bisa bergotong royong mengangkat batunya nanti ke pinggir laut,” jelas Syarifa Ratu Yuliana, saat ditemui di kantornya.

 

Laporan : Andhis.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button