Berita

SPKT POLSEK UJUNG PANDANG, BERHASIL MEMEDIASI WARGANYA YANG BERSELISIH PAHAM

Compaksulsel.com – Makassar – Aipda Marwan yang bertugas sebagai PS Ka. SPKT ‘B’ Polsek Ujung Pandang Polrestabes Makassar bersama piket fungsi, pada Jumat (06/5/22) berhasil mendamaikan dua pihak yang berselisih paham (bertikai) diakibatkan oleh ketersinggungan.

Kejadian tersebut bermula saat seorang IRT inisial (A) berbelanja di Pasar Terong Makassar untuk keperluan rumah tangga dan warung. Selanjutnya ibu (A) menyewa bentor yang dikemudikan oleh lelaki (S) dengan tujuan Jl Pasar Ikan Makassar. Setelah kembali dari Pasar Terong, tepatnya di Jl Pasar Ikan, terjadilah keributan perihal nomimal uang pembayaran sewa transportasi bentor, yang oleh lelaki (S) masih kurang, mengingat jarak dan waktu berbelanja yang dirasa tidak sesuai dengan perjanjian. Pada saat Lelaki (S) meminta tambahan uang sewa, muncul suami dari ibu (A) yang sempat menambah kekurangannya, namun tiba-tiba, lelaki (S) mendengar lontaran kata-kata yang tidak berkenan (kasar) yang ia duga diucapkan oleh ibu (A), sontak lelaki (S) membalas dengan kata-kata yang membuat suami dari ibu (A) tersinggung, hingga keributan pun tak terelakkan.

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, warga sekitar Jl Pasar Ikan lalu menghubungi petugas piket SPKT Polsek Ujung Pandang, Jl ST. Hasanuddin No.3 Makassar. Piket SPKT dan piket fungsi, lalu mengamankan situasi dan membawa kedua pihak, untuk diiterogasi.

Selanjutnya Ka. SPKT ‘B’ Aipda Marwan memediasi keduanya, tentunya dengan bahasa yang santun dan mudah dipahami.

“Melalui mediasi atau problem solving yang menghadirkan kepolisian sebagai pemecah permasalahan ditengah masyarakat, selagi permasalahan bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tentunya kami akan lakukan mediasi kepada kedua belah pihak,” terang Aipda Marwan.

Alhasil kedua pihak, akhirnya sepakat untuk berdamai, dan sama-sama saling memaafkan, mengingat masih dalam suasana lebaran Idul Fitri 1443 H.

“Proses mediasi atau problem solving berjalan kondusif dan berhasil diterima oleh kedua belah pihak yang kemudian dituangkan dalam bentuk kesepakatan (perjanjian) tertulis sebagai bukti terciptanya perdamaian, dimana keduanya sepakat untuk tidak lagi saling melapor, serta tidak lagi saling menuntut untuk di proses secara hukum,” tutup Aipda Marwan.

Sumber : Humas Polsek Ujung Pandang Polrestabes Makassar. Suwandi Salam.

Laporan : Andhis.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button